Mengapa Bintang Memiliki Warna yang Berbeda-beda? Ini Alasannya

- Warna bintang berbeda-beda karena dipengaruhi suhu permukaannya, di mana bintang bersuhu rendah tampak merah dan yang paling panas berwarna biru atau biru-putih.
- Bintang memancarkan cahayanya sendiri melalui reaksi fusi nuklir, menghasilkan energi yang menentukan intensitas serta warna cahaya yang terlihat dari Bumi.
- Tidak ada bintang berwarna hijau atau ungu karena pancaran spektrum warnanya bercampur, membuat warna tersebut tampak putih atau biru bagi pengamat di Bumi.
Pernah gak kamu mengamati bintang-bintang saat langit malam cerah? Coba deh perhatikan, gak semua bintang berwarna putih terang. Ada beberapa bintang tampak kecokelatan, ada juga yang bersinar dengan kilau kebiru-biruan.
Fenomena langit ini menimbulkan rasa penasaran. Mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda, ya?
Gak perlu berlama-lama, berikut alasan di balik warna bintang yang bermacam-macam. Simak penjelasannya, yuk!
Table of Content
Ada kaitannya dengan suhu permukaan bintang

Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri. Ini terjadi karena reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi. Dengan kata lain, bintang berbeda dengan bintang semu yang memantulkan cahaya dari bintang lain sehingga terlihat bersinar.
Dilansir Sky at Night Magazine, ukuran dan warna bintang gak sama. Misalnya, matahari tergolong bintang karena memancarkan cahayanya sendiri. Bila disandingkan dengan bintang-bintang di malam hari, matahari tentu berbeda bukan? Warnanya cenderung merah atau jingga.
Perbedaan warna bintang disebabkan adanya perbedaan suhu permukaannya, lho. Contohnya, bintang dengan suhu permukaan 3.000 derajat Celcius akan berwarna merah. Sementara itu, bintang terpanas adalah bintang biru dengan suhu 40.000 derajat Celcius.
Bintang dengan suhu paling dingin akan memiliki spektrum warna yang mendekati warna merah atau merah kecokelatan. Sebaliknya, bintang bersuhu panas akan memiliki warna yang mendekati warna biru atau biru-putih, dilansir Science ABC.
Jika suhu meningkat, maka semakin banyak gas di dalam bintang. Sederhananya, lebih banyak bahan yang dibakar. Bintang pun makin panas sehingga warnanya berubah jingga, kuning, atau putih.
Perbedaan suhu permukaan itulah yang menjadi alasan mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda.
Kenapa gak ada bintang yang berwarna hijau?

Sekarang kamu sudah tahu kan alasan mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda? Namun, fakta bintang gak cuma itu saja. Uniknya, gak ada bintang yang memiliki warna ungu atau hijau.
Ini berhubungan dengan kemampuan manusia melihat cahaya bintang. Perlu diingat, bintang adalah kumpulan benda langit warna-warni. Pancaran warna dipengaruhi oleh suhu permukaan.
Dilansir Live Science, bintang gak memancarkan cahayanya dalam satu panjang gelombang saja, tapi ada beberapa rentang cahaya yang dipancarkan.
Bisa jadi ada warna hijau dipancarkan bintang. Akan tetapi, warna hijau berada di tengah spektrum warna.
Pancaran cahayanya pun bersamaan dengan pancaran warna lain. Akibatnya, warna hijau 'kalah' dengan warna lain sehingga kadang lebih terlihat putih, dilansir Science ABC.
Nah, warna itu bisa jadi tampak kuning di mata manusia. Sebab, manusia melihat cahaya bintang dengan terhalang atmosfer.
Sama halnya dengan ungu. Bukan berarti bintang gak berwarna ungu, tapi warna yang dilihat manusia adalah warna biru.
Itulah alasan mengapa bintang memiliki warna yang berbeda-beda. Bintang memancarkan rentang gelombang cahaya yang menghasilkan pancaran dengan warna tertentu.
Warna bintang ini membuktikan betapa uniknya bintang, ya.
FAQ seputar mengapa bintang memiliki warna berbeda?
| Apa faktor utama yang menentukan warna sebuah bintang? | Faktor utamanya adalah suhu permukaan bintang tersebut. Semakin panas suhu permukaannya, semakin condong warnanya ke arah biru/putih. Sebaliknya, semakin rendah suhunya, warnanya akan tampak lebih merah atau jingga. |
| Mengapa suhu memengaruhi warna bintang? | Ini dijelaskan melalui hukum fisika (Hukum Wien). Benda yang sangat panas memancarkan radiasi pada panjang gelombang yang lebih pendek (warna biru), sementara benda yang lebih dingin memancarkan radiasi pada panjang gelombang yang lebih panjang (warna merah). |
| Adakah faktor lain selain suhu yang memengaruhi warna bintang? | Ya, Efek Doppler juga berpengaruh. Bintang yang bergerak mendekati Bumi akan mengalami blueshift (tampak lebih biru), sedangkan bintang yang menjauh akan mengalami redshift (tampak lebih merah). Selain itu, komposisi kimia dan usia bintang juga turut berperan. |



















