TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jalur Pendakian Gunung Papandayan Jawa Barat, Cocok untuk Pemula!

Gunung favorit para pendaki pemula nih!

potret pendaki di Gunung Papandayan (instagram.com/mak_ubed)

Mendaki gunung bukan aktivitas yang mudah dilakukan, apalagi buat pemula. Alih-alih memilih gunung populer seperti Rinjani yang menjadi salah satu puncak tertinggi di Indonesia, akan lebih baik kalau kamu memulai dengan gunung kecil seperti Gunung Papandayan yang memiliki ketinggian 2.665 mdpl.

Berbeda dengan gunung tinggi lain yang butuh waktu beberapa hari untuk sampai ke puncak, Gunung Papandayan di Jawa Barat hanya butuh waktu 5-6 jam untuk sampai ke puncaknya melalui jalur Cisurupan.

Untuk bisa mendaki ke Gunung ini, biaya tiketnya adalah Rp30.000. Khusus untuk yang mau kemping, kamu perlu membayar biaya tambahan sebesar Rp35.000. Buat kamu yang penasaran, berikut informasi seputar jalur pendakian Gunung Papandayan via jalur Cisurupan yang cocok buat pemula!

1. Pos Kawah

potret kawah Gunung Papandayan (instagram.com/andre.tan.photogallery)

Berbeda dengan gunung lain yang kawahnya berada di puncak, kawah Gunung Papandayan justru berada di kaki gunung sehingga kamu bisa melihatnya di awal pendakian. Pendakian menuju puncak Gunung Papandayan dimulai dari area kawah ini. Untuk menuju pos tersebut, rata-rata pendaki membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Trek yang ditempuh juga merupakan jalanan berbatu yang cukup landai. Meski treknya mudah dilalui, namun pendaki gak bisa berlama-lama di sini. Pasalnya lokasinya yang berada disekitar kawah aktif, membuat bau belerang cukup menyengat di area ini. Selain gak bisa lama-lama, pendaki juga wajib menggunakan masker untuk menghindari bau belerang yang dapat berbahaya bagi sistem pernapasan manusia.

2. Pos Ghober Hoet

potret sunrise di Ghober Hoet (instagram.com/arie.andrianaridwan)

Keluar dari area kawah, tujuan selanjutnya adalah Pos Ghober Hoet yang memakan waktu 45-60 menit perjalanan. Untuk sampai di pos tersebut, pertama-tama pendaki akan dihadapkan pada sebuah persimpangan antara Ghober Hoet dan Hutan Mati.

Untuk menuju ke Pos Ghober Hoet, pendaki perlu mengambil jalan di sebelah kanan. Nantinya, kamu akan menuruni lembah, menyebrangi sungai sebelum akhirnya naik lagi menuju ke puncak bukit tempat pos Ghober Hoet berada. Berbeda dengan pendakian di area kawah, trek menuju Pos Ghober Hoet cukup menantang dengan jalanan masih berupa tanah merah.

Ghober Hoet sendiri merupakan spot camping favorit banyak pendaki. Selain ketersediaan air bersih yang melimpah, toilet, dan warung makan, dari pos ini kamu juga bisa menyaksikan sunrise yang cantik saat pagi tiba.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Menuju Gunung Merbabu yang Pemandangannya Keren

3. Pos Camp Area Pondok Saladah

potret pemandangan di Pondok Saladah (instagram.com/rendi_yunandha)

Setelah Pos Ghober Hoet, target selanjutnya adalah Pos Camp Pondok Saladah. Tenang, jarak antar pos ini gak terlalu jauh, kok! Rata-rata pendaki bisa mencapai pos ini dalam waktu 15 sampai 30 menit aja. Beda dari trek di pos sebelumnya yang penuh perjuangan, trek menuju Pondok Saladah relatif aman dari tanjakan.

Sebaliknya kamu akan berjalan menyusuri jalanan setapak di dalam hutan. Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan adalah jalan setapak di jalur ini kadang gak terlalu jelas. Agar tetap aman, kamu bisa mengikuti bendera yang dipasang di cabang pepohonan.

Pondok Saladah juga merupakan spot camping favorit banyak pendaki. Selain karena sumber air yang melimpah, kamu juga bisa melihat indahnya bunga edelweis di sini.

Verified Writer

Siti Marliah

Instagram: @sayalia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya