TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Aurora, Fenomena Langit yang Menakjubkan!

Cahaya indah warna-warni dan beragam bentuk

ilustrasi aurora (unsplash.com/Thomas Lipke)

Aurora adalah fenomena alam dimana terdapat semburan cahaya warna-warnai seperti hijau, merah, putih, dan kuning yang menyala di atas langit. Aurora biasanya dapat ditemukan di dekat kutub magnet selatan dan utara bumi, fenomena ini terjadi karena adanya interkasi antara partikel yang bermuatan, dipancarkan oleh matahari melalui medan magnet yang ada di planet.

Hingga kini sudah banyak orang yang berbondong-bondong ke Norwegia untuk menikmati keindahan aurora. Mereka rela menunggu berjam-jam untuk menunggu kemunculan fenomena ini. Tidak hanya di Norwegia, di Swedia tepatnya daerah Lapland sebelah utara dan Finlandia seperti di kota Rovaniemi dan Ivalo juga dapat kamu jumpai cahaya aurora. 

Aurora tidak hanya sekadar cahaya, setidaknya ada 5 fakta menarik tentang aurora yang harus kamu tau. Berikut ini penjelasannya!

1. Memiliki suhu dingin

ilustrasi aurora (unsplash.com/Johannes Groll)

Aurora dapat muncul di kawasan Oklahoma dan Atlanta jika intensitas matahari tinggi dan terjadi di bulan Oktober. Uniknya aurora tetap akan memiliki suhu dingin meskipun suhu di luar atmosfer mencapai ribuan derajat. Tidak jarang kalau aurora sering disebut sebagai api dingin, karena bentuknya yang mirip seperti cahaya api tapi menyimpan suhu dingin di dalamnya. 

Aurora terbentuk dari letupan gas pada permukaan bumi, kemudian mengirimkan partikel bermuatan ke Bumi dan berinterksi dengan atmosfer. Aurora hanya terjadi di belahan bumi utara dan selatan. Aurora yang muncul di sebelah utara disebut aurora borealis atau dalam bahasa Yunani disebut angin utara. Sementara di belahan bumi selatan biasanya dinamakan dengan aurora Australis.

2. Memiliki suara

ilustrasi aurora (pixabay.com/brigachtal)

Aurora bukan hanya sekadar cahaya indah yang memenuhi langit, tapi tahukah kamu bahwa aurora juga memiliki suara? Selain memiliki suhu dingin, aurora juga memiliki suara yang hampir sama seperti gulungan ombak di laut. Suaranya terdengar berderu nan halus. 

Fenomena yang bisa muncul di malam hari ini akan menghasilkan suara jika tidak ada angin. Gemuruh aurora adalah intrasonik yang memiliki frekuensi dasar 7,83 Hz. Namun, suara tersebut tidak dapat ditangkap dengan telinga kosong, perlu alat bantuan khusus. 

Sayangnya, meskipun sudah dibantu dengan alat khusus pun tidak menjamin suara aurora dapat terdengar jelas. Terjadinya suara pada aurora diyakini karena adanya badai gemagnetik, sehingga muncul perbedaan muatan di udara dan benda di tanah.

3. Dapat berubah warna

ilustrasi aurora (pixabay.com/worldvashemudomu)

Aurora menampakkan keindahannya melalui warna cahaya yang berbeda-beda, juga bentuknya yang unik seperti sebuah lengkungan yang memenuhi langit. Aurora yang paling banyak ditemukan adalah warna hijau dan merah. Namun, tidak jarang aurora menampilkan warna yang berubah-ubah.

Cahaya warna-warni aurora diakibatkan karena interkasi partikel dan molekul atau atom yang berbeda. Aurora yang berwarna hijau dan biru terbentuk karena adanya benturan dengan molekul nitrogen. Sedangkan, aurora berwarna merah kecoklatan dihasilkan dari benturan molekul oksigen. 

Bentuk aurora juga dapat berubah-ubah, tergantung dari panjangnya waktu di malam dan angin matahari. Semakin malam, maka cahaya aurora akan semakin indah. Sedangkan warna aurora bergantung pada jenis gas dan frekuensi benturan partikel dan gas. 

4. Tidak muncul setiap hari

ilustrasi aurora (unsplash.com/Lightscape)

Keindahan aurora tidak dapat ditemukan setiap hari. Kemunculan fenomena ini tidak dapat diprediksi karena kita tidak akan tahu kemana arah partikel yang dihasilkan matahari. Partikel tersebut memiliki medan magnet tersendiri, karena itu tidak dapat diprediksi kapan partikel-partikel akan berbenturan dengan magnet bumi sehingga terciptalah aurora.

Meskipun tidak dapat ditentukan kapan akan muncul. Tapi, ada beberapa cara untuk memprediksi kapan cahaya itu akan datang. Kamu dapat memperhatikan fase bulan, durasi malam, fitus indeks KP (indeks badai geomagnetik global), dan melalui peta online milik NOAA yang dapat memberi informasi aktivitas aurora. 

Jika kamu ingin menjelajahi negara tertentu untuk melihat aurora, perhatikan waktu terbaik agar tidak mengecewakan. Ada dua waktu dimana aurora dapat muncul, yakni bulan Maret-April (musim semi) dan September-Oktober (musim gugur) tepatnya akan muncul di kutub utara. Sementara itu, di kutub selatan akan muncul di puncak gunung saat iklim tropis tiba. Semburan cahaya aurora biasanya muncul pada pukul 9 malam hingga 2 pagi. 

Verified Writer

Sarifatul Ula

1% better every day :)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya