TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Hujan Meteor Delta Aquariids, Turun Deras pada 30 Juli 2024

Puncaknya berbarengan dengan Alpha Capricornids

ilustrasi hujan meteor (unsplash.com/Vincentiu Solomon)

Intinya Sih...

  • Hujan meteor Delta Aquariids mencapai puncaknya pada 30 Juli 2024.
  • Fenomena ini bisa disaksikan di Indonesia dengan 25 meteor per jam.
  • Delta Aquariids bisa diamati mulai pukul 19.51 WIB setiap malam selama periodenya berlangsung tanpa perlu alat pengamatan khusus.

Akhir Juli 2024 akan ditutup oleh salah satu fenomena astronomi paling populer, yaitu hujan meteor Delta Aquariids. Mencapai puncaknya pada 30 Juli, Delta Aquariids bisa disaksikan di Indonesia ketika malam hari. Kabar baiknya lagi, pengamat bisa menyaksikan fenomena astronomi ini dengan mata telanjang.

Delta Aquariids adalah hujan meteor yang aktif pada pertengahan Juli hingga akhir Agustus setiap tahunnya. Ketika mencapai puncaknya, hujan meteor ini bisa memproduksi hingga 25 meteor per jam, lho. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak fakta-fakta hujan meteor Delta Aquariids di bawah ini!

1. Berasal dari serpihan komet 96P/Machholz

ilustrasi serpihan komet di luar angkasa (unsplash.com/Javier Miranda)

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi serpihan komet yang tertinggal di luar angkasa. Serpihan komet yang terdiri dari debu dan gas membeku tersebut kemudian tertarik ke atmosfer Bumi karena adanya gaya gravitasi. Ketika memasuki atmosfer Bumi, puing-puing komet akan terbakar dan menjadi fenomena astronomi yang disebut hujan meteor.

Mengutip dari EarthSky, hujan meteor Delta Aquariids kemungkinan besar berasal dari serpihan komet 96P/Machholz. Apabila diidentifikasi secara utuh, komet tersebut diperkirakan memiliki diameter 6,4 kilometer. Untuk menyelesaikan sekali orbitnya terhadap Matahari, komet 96P/Machholz membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.

2. Aktif pada 12 Juli—23 Agustus 2024

ilustrasi hujan meteor (unsplash.com/Clay Banks)

Delta Aquariids adalah hujan meteor yang aktif pada 12 Juli—23 Agustus 2024. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 30 Juli. Saat mencapai puncaknya, Delta Aquariids bisa memproduksi hingga 25 meteor per jam.

Dilansir Live Science, titik radian (kemunculan) hujan meteor ini ada di konstelasi Akuarius. Jadi, untuk mengamatinya, kamu bisa menjadikan konstelasi Akuarius sebagai titik acuan. Dari sudut pandang Bumi, konstelasi tersebut berada di langit selatan, yakni di antara konstelasi Kaprikornus dan Pises.

Baca Juga: 5 Fakta Terunik Sungazer, Reptil Mirip Naga yang Hobi Menatap Matahari

3. Teramati di Indonesia mulai pukul 19.51 WIB setiap malamnya

ilustrasi hujan meteor Delta Aquariid (unsplash.com/Clay Banks)

Mengutip dari In-The-Sky, hujan meteor Delta Aquariids teramati di Indonesia mulai pukul 19.51 WIB setiap malam selama periodenya masih berlangsung. Waktu terbaik untuk mengamatinya yakni pada pukul 02.00 WIB. Delta Aquariids akan berjatuhan menghiasi atmosfer Bumi hingga pukul 05.39 WIB.

Sayangnya, puncak hujan meteor ini akan berlangsung pada pukul 07.00 WIB, yang tidak teramati di Indonesia. Namun, jangan berkecil hati lantaran Delta Aquariids akan terus menghujani Bumi hingga 23 Agustus 2024. Kamu bisa memburunya pada waktu-waktu terbaik seperti yang sudah disebutkan di atas.

4. Bisa disaksikan dengan mata telanjang

ilustrasi hujan meteor (pexels.com/Felipe Helfstein)

Tak perlu repot-repot membawa alat pengamatan, seperti teropong atau teleskop. Hujan meteor Delta Aquariids bisa disaksikan dengan mata telanjang. Fenomena astronomi ini akan tampak bak bintang jatuh yang melesat dari atmosfer ke permukaan Bumi. Akan tetapi, jika kamu ingin menyaksikannya secara lebih detail, boleh-boleh saja menggunakan teropong atau teleskop.

Verified Writer

Mutiara Ananda

From the sea who love everything in the sky.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya