TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Katak Spring Peeper, Jantan Bersuara seperti Peluit 

Mereka akan berhibernasi saat musim gugur

Katak spring peeper (commons.wikimedia.org/B. Schoenmakers)

Katak spring peeper (pseudacris crucifer) adalah katak yang dapat ditemukan di Amerika Serikat: Carolina Utara, Tennessee, Texas, Florida, samudra Atlantik, Kanada hingga Kuba.Katak spring peeper beradaptasi di hutan rawa, dataran rendah, kolam, dan mereka juga suka bersembunyi di serasah daun.

Di Carolina Utara, spring peeper menghabiskan sebagian besar waktunya tinggal di dataran tinggi. Uniknya, sebagian nama ilmiah yakni ‘crucifer’ artinya ‘membawa salib’. Hal ini senada dengan ciri khas spring peeper berwarna gelap atau bercak berbentuk X di punggungnya. Simak selengkapnya.

1. Katak spring peeper memiliki kulit halus

Katak spring peeper (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Nwf.org melansir, tubuh mereka memiliki kulit halus disertai garis-garis berpola X di punggungnya. Warna tubuhnya terdiri dari cokelat, hijau dan abu-abu. Perutnya berwarna putih hingga krem. Panjangnya sekitar 2,5 cm dan beratnya mencapai 5 g.

Jari-jari kaki memiliki bantalan dapat mengeluarkan lender yang berfungsi sebagai perekat untuk membantunya melakukan pendakian. Betina cenderung sedikit lebih besar dan warnanya lebih terang daripada jantan.

Jantan mempunyai tenggorokan dengan kerutan gelap, sedangkan betina tidak demikian. Kerutan itu memiliki kulit yang dapat mengembang saat ia berinteraksi dengan sesama spring peeper. 

2. Berkembang biak saat musim semi

Katak spring peeper (commons.wikimedia.org/Chris Light)

Waktu berkembang biak spring peeper saat musim semi (seperti namanya). Periodenya dimulai pada akhir Februari atau Maret hingga Mei. Jantan akan memanggil betina untuk membangun wilayah jelajah.

Ketika keduanya cocok, jantan akan menangkap betina dalam posisi disebut amplexus. Telur dibuahi oleh jantan yang biasa menempel pada tanaman atau serasah daun, jelas Extension umaine.

Betina akan menetaskan telurnya dalam beberapa hari (namun akan lebih lama ketika suhunya dingin). Betina dapat bertelur 800 hingga 1.000 butir. Untuk menjadi mode katak diperlukan waktu 2-4 bulan di mana sebelumnya adalah wujud berudu.

3. Pemburu mangsa baik siang maupun malam

Katak spring peeper (commons.wikimedia.org/Fredlyfish4)

Dilansir Animalia.bio, spring peeper memburu mangsa pada malam hari untuk memakan kumbang, semut, lalat dan laba-laba. Akan tetapi, spring peeper yang tinggal di hutan lebat dan lembap adalah pemburu yang aktif di siang maupun malam.

Ketika masih dalam bentuk kecebong memakan alga dan hewan yang berada di air. Sebaliknya, predatornya adalah larva, ular, sigung, burung hantu, laba-laba besar, lintah bahkan katak yang lebih besar.

4. Jantan spring peeper bersuara seperti peluit

Katak spring peeper (commons.wikimedia.org/Jake McCumber)

Jantan dapat mengeluarkan suara bernada tinggi seperti peluit yang dapat terdengar dari jarak sekitar 1 mil. Jantan aktif bersuara sekitar bulan November hingga April. Sebaliknya, mereka akan jarang terlihat selama periode musim panas.

Panggilan dilakukan oleh para jantan yang berkumpul di kolam kecil dalam jumlah ratusan ekor ditujukan kepada betina dengan suara semakin keras dan cepat. Ini adalah periode waktu kawin telah dimulai setelah masa hibernasi berakhir.

Verified Writer

FAISAL Faitoshi Ahmad

1.JPop Showa enthusiasm, 2. sejarah (Nusantara, dunia, dll), 3. Trivia. Seorang self employed yang sedang berjuang untuk sukses.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya