TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Unik Kepiting Hantu Atlantik, Populasinya Melimpah di Amerika

Kepiting hantu atlantik sering ditemukan di pinggir pantai

Kepiting hantu atlantik (inaturalist.org/Gabriel Bonfa)

Intinya Sih...

  • Kepiting hantu atlantik sering ditemukan di pinggir pantai
  • Warna putih, kuning, dan krem membantu kepiting ini berkamuflase sempurna di pasir pantai
  • Berukuran kecil, mampu berlari cepat, dan memiliki kemampuan mengenali dirinya sendiri

Punya warna putih, kuning, dan krem menjadikan Ocypode quadrata atau kepiting hantu atlantik bisa berkamuflase dengan sempurna di pasir pantai. Dengan ukurannya yang kecil krustasea ini juga mampu berlari dengan cepat, ia juga bisa masuk ke lubang atau sela-sela batu.

Tak hanya itu, penyebarannya juga cukup luas dan sangat mudah ditemukan di daerah atlantik Amerika Serikat. Karenanya setiap orang yang pergi pantai atau laut pasti bisa bertemu dengan hewan ini. Tapi tak cuma penyebaran, ciri fisik, dan kebiasaannya, kepiting hantu atlantik juga punya banyak fakta menarik yang pasti belum kamu ketahui!

1. Jadi satu-satunya spesies kepiting hantu di daerah atlantik Amerika Serikat

Kepiting hantu atlantik (inaturalist.org/Carter Strope)

Sebenarnya kepiting hantu atlantik bisa ditemukan di berbagai negara, seperti Brazil, Meksiko, Venezuela, Nikaragua, India, dan Kosta Rika, jelas Animalia. Namun jika secara spesifik hanya bicara tentang daerah atlantik Amerika Serikat, maka kepiting ini jadi satu-satu kepiting hantu di daerah tersebut. Tapi walau jadi satu-satunya nyatanya hewan ini sangat mudah ditemui di bibir pantai.

 Tidak cuma satu atau dua individu, puluhan bahkan ratusan individu bisa ditemukan berkeliaran di bibir pantai. Tapi jangan coba-coba menangkapnya karena ia punya gerakan yang cepat dan sangat sulit ditangkap.

2. Punya tubuh berwarna abu-abu atau putih selebar 5 cm

Kepiting hantu atlantik (inaturalist.org/James Spitznas)

Krustasea ini sendiri punya ukuran yang cukup kecil dengan lebar maksimal yang hanya sekitar 5 cm. Tapi ukuran kecilnya ini bukanlah suatu halangan atau kekurangan dan justru memberikan keuntungan baginya. Dengan tubuh kecil ia bisa dengan mudah masuk ke lubang di pasir atau sela-sela bebatuan. Gerakannya juga jadi lebih gesit sehingga bisa kabur dari kejaran predator seperti burung.

Tak hanya itu, tubuhnya yang berwarna putih, jingga, krem, dan kekuningan juga bisa digunakan untuk berkamuflase. Hal ini dapat terjadi karena warna-warna yang ia miliki serupa dengan warna lingkungannya. Warna putih sangat mirip dengan warna pasir, warna kuning dan jingga tak jauh berbeda dari warna daun kering, dan warna krem juga serupa dengan warna bebatuan atau batang kayu kering. Dengan kemampuan kamuflase dan gerakannya yang cepat hewan ini dapat berkeliaran dengan bebas.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Hiu Piyama, Hewan Pemalu Pemburu Gurita 

3. Sudah hidup sejak zaman pleistosen

Kepiting hantu atlantik (inaturalist.org/Rodrigo Oliveira)

Walau berukuran kecil dan terlihat lucu namun ternyata kepiting hantu atlantik termasuk hewan yang cukup tua dan sudah hidup dari zaman prasejarah, lho. Dilansir artikel di jurnal Journal of Crustacean Biology, kepiting ini sudah hidup sejak periode quaternary tepatnya pada zaman pleistosen.

Hal ini terbilang menakjubkan dan para ahli juga cukup kaget saat pertama kali menemukan fosil kepiting ini. Karena bagaimanapun untuk dapat bertahan hidup dari zaman prasejarah sampai zaman modern bukanlah hal yang mudah.

Fosil kepiting hantu atlantik yang berasal dari zaman pleistosen sendiri pernah ditemukan di Formasi Anastasia di Florida, Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, fosil yang ditemukan juga lebih dari satu dan kebanyakan merupakan fosil utuh dan tidak terpotong atau terpisah. Cukup unik mengingat fosil decaphoda utuh dari periode quaternary di daerah selatan Amerika Serikat jarang ditemukan. Biasanya fosil yang ditemukan cenderung punya kondisi yang buruk karena sudah terkubur terlalu lama.

4. Sangat pandai menggali lubang di pasir

Kepiting hantu atlantik (inaturalist.org/Miguel A Mejias, PhD.)

Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau kepiting hantu atlantik merupakan hewan nokturnal yang sering beraktivitas pada malam hari. Biasanya ia akan keluar dari lubang di pasir untuk mencari mangsa yang berupa hewan-hewan kecil. Tentunya ia juga hewan yang sangat pandai menggali dan biasanya akan menggali lubang pada pagi hari. Setelah menggali ia akan langsung masuk ke dalam lubang tersebut dan beristirahat di dalamnya.

Dengan beristirahat di dalam lubang kepiting ini akan sulit dideteksi oleh predator sehingga bisa beristirahat dengan tenang. Sebagai kepiting berukuran kecil lubang galiannya juga cukup dalam.

Biasanya hewan ini sanggup menggali lubang dengan kedalaman sekitar 0,6 sampai 1,2 meter. Lebar lubangnya sendiri bervariasi tergantung seberapa besar individu yang menggalinya. Tak hanya itu, dalam banyak kasus individu muda juga lebih suka membuat lubang dekat air berbeda dengan individu dewasa yang lubangnya agak jauh dari air.

Verified Writer

Arzha Ali Rahmat

Mahasiswa Unnes yang suka ular.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya