TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Donald Trump Hadapi Persidangan di Pengadilan New York

Trump bersikukuh tidak bersalah

Donald Trump ketika mengadakan reli kampanye di Londonderry, New Hampshire, Amerika Serikat, Jumat (28/8/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, IDN Times - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya menghadiri persidangan yang digelar di New York, AS, pada Senin (2/10/2023) waktu setempat. Sidang ini digelar terkait kasus penipuan sipil yang menjerat Trump dalam aktivitas bisnisnya.

"Ini palsu. Laporan keuangan saya sangat bersih," kata Trump sebelum masuk ke ruang sidang, dikutip CNN, Selasa (3/10/2023).

Baca Juga: Putin Bela Donald Trump: Dia Korban Bobroknya Sistem Politik AS

1. Trump dituntut denda dan pelarangan bisnis

Donald Trump menari dengan musik saat ia akan turun dari panggung pada akhir reli kampanye di Carson City, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (18/10/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria)

Tuduhan yang dilayangkan Jaksa Agung New York, Letitia James, ini menuntut denda kepada sebesar 250 juta dolar AS (setara Rp3,8 triliun) dan melarang adanya kegiatan bisnis Trump beserta keluarganya. Tuntutan ini dilayangkan setelah Trump diduga telah melakukan penipuan berulang di New York dan kota-kota lain.

"Keadilan ini harus ditegakkan. Tidak peduli sekuat apa Anda, seberapa banyak uang yang dimiliki," kata James.

2. Trump berdalih tidak ada korban

Sementara itu, pengacara Trump, Christopher Kise, menegaskan tidak ada bukti penipuan dan korbannya diklaim nihil.

Kise menunjukkan dokumen dari Deutsche Bank yang membuktikan bank tersebut menilai kekayaan bersih Trump sekitar dua miliar dolar AS, namun masih menjamin pinjaman untuk Trump.

Baca Juga: Trump Serahkan Diri ke Penjara, Foto Narapidananya Dirilis

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya