TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tim Prabowo: Susu Sapi Memungkinkan Diganti Susu Ikan

Gizi susu ikan tak beda jauh dengan susu sapi

Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Burhanuddin Abdullah (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Burhanuddin Abdullah, buka suara soal munculnya wacana menjadikan susu ikan sebagai alternatif dari susu sapi dalam program makan bergizi gratis.

Burhanuddin mengatakan tidak menutup kemungkinan susu sapi diganti menjadi susu ikan. Selain itu, terbuka juga alternatif lainnya dengan diganti menjadi telur.

"Karena itu untuk sementara bisa dimungkinkan untuk diganti dengan susu ikan. Atau seperti yang sudah dikatakan oleh Pak Prabowo diganti dengan telur," kata dia saat ditemui di Markas TKN Fanta, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024) malam.

Baca Juga: Gerindra Ungkap Prabowo Ingin Bentuk Zaken Kabinet

1. TKN ungkap memang ada penawaran ganti susu sapi jadi susu ikan

ilustrasi susu sapi (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini mengungkapkan memang ada penawaran untuk memanfaatkan susu ikan, karena dianggap gizinya tak beda jauh dengan susu sapi.

"Itu ada penawaran tentang susu ikan itu, dan saya kira secara gizi tidak akan jauh berbeda dengan susu sapi," ucap Burhanuddin.

Baca Juga: Munculnya Fufufafa Disebut untuk Adu Domba Prabowo dan Gibran

2. Susu ikan memungkinkan karena Indonesia penghasil ikan

ilustrasi menuang susu (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Di samping itu, kata Burhanuddin, Indonesia merupakan negara penghasil ikan, sehingga susu ikan bisa menekan biaya program makan bergizi gratis. Terlebih, susu sapi di Indonesia masih minim.

"Susu ikan mempunyai keuntungan karena kita negara yang menghasilkan ikan yang cukup banyak. Sementara susu sapi kita masih impor hampir 75 persen," ungkapnya.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya