TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jokowi Minta Maaf ke Publik, NasDem: Bagus Dong, Harus Dihormati

Rachmat sebut pemimpin tak selalu buat orang bisa bahagia

Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel. (ANTARA FOTO/Sella Panduarsa Gareta)

Intinya Sih...

  • Politikus Partai NasDem Rachmat Gobel menilai permintaan maaf Jokowi harus dihormati, karena sebagai manusia biasa, pemimpin tak bisa selalu membuat semua orang bahagia. Ahmad AliP menyebut permintaan maaf Jokowi adalah pertanggung jawaban moral dan menunjukkan kesadaran bahwa pemimpin tidak sempurna. Ahmad Ali: Sikap meminta maaf menunjukkan kebesaran hati seorang pemimpin dan mengesampingkan ego serta arogansi.

Jakarta, IDN Times - Partai Nasional Demokat (NasDem) ikut menanggapi permintaan maaf yang disampaikan Presiden Joko "Jokowi" Widodo jelang masa kepemimpinannya berakhir.

Menurut Ketua DPR dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, permintaan maaf dari Jokowi sebaiknya dihormati. Sebab, biar bagaimana pun Jokowi adalah manusia biasa. 

"Bagus dong (minta maaf). Kita harus memberikan hormat kepada Beliau. Kan, Beliau mengatakan saya adalah manusia biasa," ujar Gobel ketika dihubungi, Sabtu (3/8/2024). 

Rahmat tak menampik bila sebagai pemimpin tak mungkin bisa mengambil keputusan yang disukai semua pihak. Pasti ada saja keputusannya yang membuat pihak lain kecewa. 

"Tentu kita harus bisa memahami bahwa Beliau sebagai pemimpin tidak mungkin bisa memberikan kebahagiaan bagi semua pihak. Tapi bahwa dia sebagai seorang manusia, ya, makanya Pak Jokowi melakukan hal itu (meminta maaf)," imbuhnya. 

1. Jokowi sadar selama 10 tahun memimpin belum bisa penuhi aspirasi semua orang

Waketum DPP Partai NasDem Ahmad Ali menemui Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep untuk maju di Pilgub Sulteng 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menilai permintaan maaf Jokowi di penghujung masa kepemimpinannya adalah bentuk pertanggung jawaban moral seseorang. Ia pun menyadari selama 10 tahun memimpin Indonesia, banyak pihak yang coba menyampaikan aspirasinya kepada Jokowi. 

"Selama ini kan banyak orang yang menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Dari sekian banyak aspirasi itu pasti tak semuanya terpuaskan," ujar Ali kepada media di Jakarta, Sabtu (3/8/2024). 

Sama seperti Gobel, Ahmad Ali memahami bahwa Jokowi juga merupakan manusia biasa. Di mana sebagai manusia masih sangat jauh dari kata sempurna. 

"Tentunya permintaan maaf itu harus kita terjemahkan Pak Jokowi sebagai manusia biasa menyadari bahwa selama 10 tahun menjabat belum bisa memenuhi harapan semua orang," katanya. 

Baca Juga: Jokowi: Saya Tidak Sempurna, Tak Dapat Penuhi Harapan Semua Pihak

2. Permintaan maaf Jokowi dianggap sikap kebesaran hati seorang pemimpin

Presiden Joko "Jokowi" Widodo bersama para influencer ketika melewati Jembatan Balang di IKN. (www.instagram.com/@raffinagita1717)

Lebih lanjut, Ahmad Ali menilai, sikap Jokowi yang meminta maaf kepada publik menunjukkan kebesaran hati dari seorang pemimpin. Sebab, Jokowi bisa mengesampingkan egonya untuk menyampaikan permintaan maaf. 

"Bagi saya, itu adalah satu bentuk kebesaran jiwa bagi seorang pemimpin. Jadi mengesampingkan dan menghilangkan, arogansi. Jadi, kesadaran bahwa Beliau tidak sempurna, kesadaran bahwa masih banyak hal yang perlu diselesaikan, itu adalah bentuk kerendahan hati. Artinya, menurut saya, itu hal yang positif dan kita tidak perlu membawa ini dalam konteks politik ya," katanya. 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya