TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jokowi Tertawa Saat Ditanya Potensi Kaesang Gagal Maju di Pilkada

Jokowi minta wartawan tanya langsung ke Ketua PSI

Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. (IDN Times/Larasati Rey)

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengaku pemerintah akan menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK), terkait batas usia calon gubernur dan calon wakil gubernur berusia 30 tahun pada saat ditetapkan sebagai calon.

Sejumlah jurnalis kemudian menanyakan kepada Jokowi terkait Kaesang berpotensi gagal maju di Pilkada serentak 2024 karena usianya belum genap 30 tahun. Padahal, Kaesang sudah mengurus surat keterangan tidak pernah dipidana, sebagai salah satu syarat maju di Pilkada.

Jokowi pun tertawa saat ditanya hal tersebut. "He-he-he. Tanyakan ke Ketua PSI, ya," ujar Jokowi di Jakarta, Jumat (23/8/2024).

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep sudah mengurus surat keterangan tidak pernah dipidana. Surat keterangan tersebut diurus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Benar (Kaesang urus surat belum dipidana)," ujar pejabat Humas PN Jakarta Selatan, Djumyanto kepada IDN Times, Jumat (23/8/2024).

Selain itu, Kaesang juga mengurus surat keterangan tidak pernah sebagai terdakwa, surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilihnya dalam daftar pemilih dan surat keterangan tidak memiliki tanggungan utang.

Djumyanto mengatakan, surat tersebut diurus per 20 Agustus 2024. Dia mengatakan, surat tersebut nantinya akan digunakan Kaesang untuk maju sebagai bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah.

"Untuk persyaratan pencalonannya Wagub Jateng," kata dia.

Djumyanto menjelaskan, Kaesang mengurus surat keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena sesuai tempat tinggal atau domisilinya.

Kaesang mengurus surat keterangan tersebut pada 20 Agustus 2024 saat MK memutuskan, syarat usia calon kepala daerah harus mengacu pada saat yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga, usia calon kepala daerah harus terpenuhi pada saat penetapan pasangan calon peserta pilkada.

Hal tersebut menjadi pertimbangan MK dalam Putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang dimohonkan Anthony Lee dan Fahrur Rozi, Selasa (20/8/2024). Perkara tersebut menguji konstitusionalitas Pasal 7 ayat (2) huruf e UU Nomor 10 Tahun 2016, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada).

"Sebagai penyelenggara, KPU menetapkan batas usia minimum calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah sesuai dengan batas usia minimum yang diatur dalam undang-undang. Berkenaan dengan ini, penting bagi Mahkamah menegaskan, titik atau batas untuk menentukan usia minimum dimaksud dilakukan pada proses pencalonan, yang bermuara pada penetapan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah," ucap Wakil Ketua MK, Saldi Isra, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024).

Artinya, calon kepala daerah harus minimal berusia 30 tahun pada saat ditetapkan oleh KPU.

Sementara, Putusan Mahkamah Agung (MA) mengabulkan uji materi terhadap Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

MA mengungkapkan Pasal 4 PKPU Nomor 9 Tahun 2020 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dengan demikian, aturan batas usia minimal kepala daerah itu dihitung sejak yang bersangkutan dilantik sebagai calon terpilih, bukan lagi saat ditetapkan sebagai paslon.

Putusan MA tersebut sempat menuai polemik karena dianggap memberikan karpet merah bagi putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep maju di pilkada.

Salah satu bunyi putusan MA adalah "berusia paling rendah 30 tahun untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur, serta 25 tahun untuk calon bupati dan calon wakil bupati serta calon walikota dan calon wakil walikota terhitung sejak pelantikan pasangan terpilih."

Masyarakat semakin marah karena DPR RI tak mengikuti putusan MK. DPR malah mempercepat RUU Pilkada untuk segera diputuskan pada rapat paripurna menjadi UU.

Namun, penetapan RUU Pilkada pada rapat paripurna 22 Agustus 2024 batal karena jumlah anggota DPR tidak kuorum. Pada 22 Agustus 2024 kemarin, sejumlah masyarakat juga berdemo di sejumlah wilayah, termasuk di DPR RI.

Demonstrasi juga diwarnai kericuhan. sejumlah demonstran ditangkap dan dipukul oknum aparat.

Di tengah situasi panas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) buka suara. KPU memastikan bakal mematuhi seluruh putusan MK. Ketua KPU, Mochamad Afifuddin menjelaskan, hal itu membuat proses pendaftaran calon kepala daerah pada 27-29 Agustus 2024 akan disesuaikan dengan putusan MK tersebut.

"Nanti pada 27-29 Agustus saat pendaftaran calon kepala daerah di seluruh daerah di Indonesia akan memedomani aturan-aturan atau PKPU yang juga di dalamnya sudah memasukkan materi-materi atau putusan MK dengan yang diputuskan pada tanggal 20 Agustus kemarin," ujar Afif dalam konferhkhensi pers di Jakarta, Kamis (22/8/2024) malam.

Baca Juga: Bukan Kaesang, Prabowo Tunjuk Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pilkada Jateng

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya