TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sederet Kesaktian Rubicon Mario Dandy: Pelat Palsu hingga Tak Bayar Tol

Mario mengikuti mobil orang dari belakang hingga lolos

Mario Dandy bersama mobil Rubicon kesayangannya. (IDN Times/istimewa)

Jakarta, IDN Times - Shane Lukas (19) buka-bukaan menceritakan kesaktian mobil Rubicon milik Mario Dandy Satrio (20), tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora (17).

Melalui kuasa hukumnya, Happy SP Shihombing mengatakan mobil Rubicon milik Mario Dandy Satrio pernah lolos tidak bayar tol saat berada di pintu tol.

Saat itu, kata dia, Mario Dandy mengikuti mobil orang lain yang ada di depannya dari belakang. Kendati demikian, dia tidak tahu pasti kapan peristiwa itu berlangsung. Dia juga tidak menceritakan secara rinci peristiwa itu terjadi di pintu tol mana.

“Hanya cerita atau omongan MDS ke S, pernah di pintu tol lolos, tidak bayar tol karena ikut mobil orang dari belakang,” ujarnya kepada IDN Times, Jumat (3/3/2023).

Baca Juga: Polisi Buka Suara soal Alkohol di Mobil Rubicon Mario Dandy

1. Mobil Rubicon milik Mario Dandy nunggak pajak

Penampakan mobil Rubicon yang disita polisi (Twitter.com/@LenteraBangsa)

Mobil Jeep Rubicon bernomor polisi B 2571 PBP yang digunakan anak pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan, Mario Dandy Satrio, ternyata menunggak bayar pajak.

Dari penelusuran di website resmi Samsat yakni http://samsat-pkb2.jakarta.go.id, terlihat status mobil tersebut tertulis 'masa pajak habis'.

Masa pajak itu terdeteksi dari nomor polisi yang asli untuk mobil mewah tersebut. Adapun nomor polisi Jeep Rubicon Wrangler 3,6 AT dengan tahun pembuatan 2013.

Dari website tersebut, mobil mewah itu telah melewati tempo pembayaran pajak yakni pada 4 Februari 2023, sehingga mobil tersebut menunggak pajak.

Adapun nilai pajak yang harus dibayarkan yakni senilai Rp6.989.600 dengan rincian PKB Pokok Rp6.678.000, SWDKLLJ Rp143.000, PKB Denda Rp13.000, dan SWDKLLJ Denda Rp35.000.

2. Gunakan nomor polisi palsu

jeep.com.tr

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan saat menggunakan mobil tersebut, Mario memasang nomor polisi palsu bernomor B 120 DEN. Padahal, nomor polisi aslinya adalah B 2571 PBP.

"Saat itu mobil ini menggunakan pelat nomor ini B 120 DEN, kemudian setelah dilakukan cek fisik nomor rangka dan nomor mesin oleh petugas dari Direktorat Lalu Lintas, maka nomor polisi ini tidak sesuai dengan peruntukannya," ucap dia.

Saat ini, lanjut Ade Ary, pihaknya masih mendalami soal penggunaan nomor polisi palsu tersebut saat melakukan penganiayaan.

"Selanjutnya terhadap temuan ini, kami sedang melakukan pendalaman tentang pelanggaran lalu lintas karena penggunaan nomor polisi yang tidak sesuai dengan peruntukannya," jelas dia.

Baca Juga: Rafael Alun Trisambodo Sebut Mobil Rubicon Milik Kakaknya

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya