TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Cara Membangun Kedekatan dengan Anak Sambung

Dekati pelan-pelan, jangan memaksa, ya!

Ilustrasi menjadi orang tua sambung (pexels.com/Kindel Media)

Selain dari perceraian orangtua, hal yang paling sulit diterima anak adalah pasangan baru orangtuanya. Stereotipe orangtua tiri yang buruk membuat anak takut dan cenderung akan menolak keberadaan orangtua sambung.

Terlebih jika anak masih remaja atau bahkan lebih muda lagi. Dilansir Marriage, Rachael Pace seorang kontributor sekaligus ibu sambung mengungkapkan jika anak-anak dan remaja akan cenderung lebih sulit untuk didekati.

"Kamu harus bersiap. Karena jika pasanganmu memiliki anak remaja atau lebih muda lagi, kamu dituntut untuk dapat bersabar karena prosesnya akan lebih sulit. Jangan mengharapkan sambutan yang hangat," ungkapnya.

Tantangan terbesar akan muncul di awal pertemuan. Kamu mungkin akan dihantui perasaan cemas dan gugup untuk berhadapan dengan anak sambungmu.

Selain meminta saran dan dukungan dari pasanganmu, berikut adalah lima cara membangun kedekatan dengan anak sambung. Simak baik-baik, ya!

1. Mulai perkenalan yang apa adanya 

Ilustrasi pendekatan dengan anak (pexels.com/Tara Winstead )

Datanglah sebagaimana dirimu. Gunakan pakaian yang nyaman, tidak perlu berias berlebihan. Jika ingin membawakan sesuatu, cobalah memulai dengan membawakan makanan atau kue kesukaannya.

Jangan memberi hadiah yang terlalu besar di awal. Anak sambungmu akan merasa terbebani dan merasa "disogok" untuk dapat didekati. Buatlah pendekatan yang sealami mungkin, selayaknya kamu mulai berinteraksi dengan orang-orang yang baru kamu jumpai.

Buatlah perkenalan awal secukupnya saja, jangan terlalu lama. Hal ini bisa menyebabkan kecanggungan. Biarkan pasanganmu melanjutkannya dengan santai sambil melakukan quality-time dengan anak, tinggalkan mereka berdua.

Dilansir dari Step Momming, Kristen seorang ibu sambung dari dua anak mengatakan,

"Jangan dulu mengeluarkan semua cara yang kamu punya untuk mendekatinya. Beri anak waktu. Kamu akan tau kapan dia siap untuk didekati satu langkah lagi," katanya memberi saran.

2. Turunkan ekspektasimu 

Ilustrasi mencoba dekat dengan anak (pexels.com/ketut subiyanto)

Jangan memberi target dan jangka waktu dalam upaya ini. Kamu hanya perlu melalui hari-hari apa adanya. Tidak perlu berpikir berlebihan tentang apa yang harus kamu lakukan esok dan apa reaksi anak sambungmu jika kamu melakukannya.

Kamu hanya perlu berusaha mengikuti alur si anak. Dialah yang menentukan cepat atau lambatnya perkembangan hubungan kalian. Jangan dipaksakan. Kristen mengatakan, anak akan dengan sendirinya memberikan gestur penerimaan jika memang dia sudah nyaman.

Jangan taruh ekspektasimu terlalu tinggi. Lebih baik lagi jika kamu tidak mengekspektasikan apa pun.

Baca Juga: 5 Tantangan yang Mungkin Akan Dihadapi oleh Ibu Sambung, Persiapkan!

3. Lakukanlah tugas bersama 

Melakukan sesuatu bersama anak (pexels.com/Julia M Cameron)

Langkah ini bisa kamu ambil sesekali agar kamu dan anak sambungmu dapat berinteraksi dua arah. Kamu bisa berbelanja bersama, membawa peliharaanmu bermain bersama anak, atau memasak makan malam bersama.

Cobalah untuk mencari kegiatan yang sesuai dengan minat anak. Tidak perlu terlalu spesifik, yang penting kemungkinan anak untuk menolak kecil. Kegiatan ini tidak akan terlalu menimbulkan kecanggungan karena kalian akan melakukan hal lain selain bicara.

Jangan terlalu berlebihan. Hal penting dari kegiatan ini adalah kamu mencoba, sedikit demi sedikit, untuk masuk ke dunianya.

4. Jadilah temannya

Ilustrasi berteman dengan anak (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Penting untuk diingat, kamu bukanlah pengganti orangtuanya. Kamu adalah orang yang baru datang ke hidupnya. Maka posisi terdekat yang mungkin untuk kamu capai adalah menjadi temannya.

Tunjukkan ketertarikanmu padanya. Misalnya saja dengan menanyakan apakah dia suka makanan pedas atau tidak, atau apakah dia memiliki hobi. Coba untuk mengetahui hal-hal dasar tentangnya dan biarkan dia melakukan sebaliknya. Seperti yang diungkapkan Kristen,

"Cobalah untuk mengenali anak sambungmu. Biarkan mereka menanyakan beberapa hal dan mengetahui tentangmu juga," ungkapnya.

Baca Juga: 5 Cara Jadi Orangtua Sambung yang Dicintai Anak, Harus Sabar

Verified Writer

Kintan Ayu Sevila

Sejenis lumba-lumba

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya