3 Cara Toxic dalam Menghadapi Konflik, Segera Ubah! 

Salah satunya, selalu setuju dengan apa kata orang

Setiap orang tentu punya cara sendiri untuk menyelesaikan konflik. Tentu hal tersebut sah-sah saja, selama diselesaikan dengan sehat dan melibatkan komunikasi yang jujur dan terbuka. Karena tujuan masalah ialah mempererat hubungan agar dua pihak semakin mengenal satu sama lain, bukan sebaliknya.

Namun, ternyata masih banyak yang tidak tahu cara untuk menghadapi konflik dengan baik. Banyak dari mereka memilih untuk mengambil jalan pintas yang terlihat jauh lebih mudah, tapi justru berdampak mematikan. Jadikan ini bahan introspeksi, berikut tiga cara toxic seseorang saat berhadapan dengan konflik. Apa kamu masih sering melakukannya?

1. Menghindari masalah dengan selalu setuju apa kata orang

3 Cara Toxic dalam Menghadapi Konflik, Segera Ubah! ilustrasi pasangan (pexels.com/Andres Ayrton)

Ada perbedaan antara orang yang mengalah demi menyelesaikan masalah, dengan orang yang mengalah demi menghindari masalah. Bukannya salah untuk mengalah, tapi tidak semua masalah sama solusinya. Ada saat-saat dimana kamu harus berdiri untuk pendapatmu sendiri.

Bila kamu selalu setuju pada pandangan orang lain padahal dalam hati merasa tidak enak, bisa jadi kamu hanya terpaksa setuju karena tidak ingin mengonfrontasi doi. Alhasil, terbentuk ketidakmurnian dalam hubungan. Kamu dan dia gak benar-benar mengenal sata sama lain.

Coba tanya dirimu, apa selama ini kamu tipe yang menghindari konflik dengan selalu menyetujui keinginan dan pendapat orang lain? Lambat laun kamu akan merasa lelah dan tertekan, karena tidak bisa menjadi diri sendiri apa adanya.

Baca Juga: 7 Prinsip yang Salah dalam Menyelesaikan Masalah Rumah Tangga

2. Berkomunikasi secara pasif agresif

3 Cara Toxic dalam Menghadapi Konflik, Segera Ubah! ilustrasi wanita (pexels.com/Alena Darmel)

Siapa yang di sini masih hobi ngambek saat terlibat konflik dengan orang lain? Bukannya ketemu dan ngobrol, kamu malah mengabaikan doi sepenuhnya. Sadari bahwa perbuatan ini sangat egois dan kekanak-kanakkan.

Komunikasi pasif agresif sangat tidak sehat, karena kamu tidak sepenuhnya terbuka tentang apa yang kamu rasakan atau apa yang kamu inginkan. Perasaanmu menentukan bagaimana kamu bersikap, tanpa sedikit pun berusaha mengerti perasaan orang lain yang kamu diamkan itu.

Untuk mengatasi hal ini, bangun keberanian dan kesadaran dari diri sendiri untuk mulai berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan. Jangan terus mengikuti egomu, karena itu tidak akan mengarah pada penyelesaian yang benar.

3. Menyerang balik orang itu dengan kata-kata agresif

3 Cara Toxic dalam Menghadapi Konflik, Segera Ubah! ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber)

Cara ketiga ialah, terbawa emosi dan malah merendahkan orang lain demi membela diri sendiri. Tentu hal ini bukan cara yang bijak, karena kata-kata yang kamu keluarkan malah berpotensi menyakiti orang lain dan merusak relasi.

Sama halnya dengan api yang semakin besar bila dipercikkan api, begitu pun dengan emosi dalam hubungan. Jauh lebih baik untuk tidak mengatakan apa pun ketimbang mengeluarkan ucapan tidak berguna yang menyakiti hati orang.

Konflik kadang bisa terjadi di luar kehendka kita, tapi adalah pilihanmu untuk memilih cara meresponinya. Apa kamu mau terus disetir perasaanmu, atau justru bersikap dewasa dengan mengomunikasikannya dengan orang bersangkutan? Pilihanmulah yang menentukan hasil akhirnya.

Baca Juga: 5 Tips Mengelola Konflik dengan Rekan Kerja, Tak Perlu Resign!

Caroline Graciela Harmanto Photo Verified Writer Caroline Graciela Harmanto

sedang mengetik ...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Arifina Budi

Berita Terkini Lainnya