TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

4 Tips Ampuh Mengatasi Rekan Kerja yang Mudah Tersinggung

Lingkungan sosial mempertemukan dengan banyak kepribadian

ilustrasi suasana bekerja (pexels.com/Yan Krukau)

Ketika berinteraksi dengan rekan kerja yang mudah tersinggung, penting untuk memahami cara menghadapi situasi tersebut dengan bijaksana dan empati. Reaksi yang mudah tersinggung dari rekan kerja dapat menjadi tantangan, tetapi dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menjaga hubungan profesional yang baik dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Memahami faktor yang menyebabkan rekan kerja mudah tersinggung serta strategi mengatasi situasi jadi kunci mempertahankan lingkungan kerja produktif. Berikut ini adalah empat tips rahasia yang bisa kamu gunakan saat mendapati kondisi yang kurang mengenakkan ini.

Baca Juga: 5 Cara Ajak Pasangan Self-Improvement Tanpa Membuat Tersinggung

1. Praktik komunikasi empati

ilustrasi suasana berdiskusi (pexels.com/Yan Krukau)

Salah satu kunci untuk menghadapi rekan kerja yang mudah tersinggung adalah dengan menggunakan praktik komunikasi yang empatik. Ini melibatkan mendengarkan dengan penuh perhatian dan mengakui perasaan rekan kerja tanpa menghakimi atau menyalahkan mereka. Saat berbicara dengan rekan kerja yang mudah tersinggung, penting untuk menggunakan bahasa tubuh yang sopan dan menghindari nada suara yang menyinggung atau menekan.

Misalnya, kita bisa mengungkapkan empati dengan mengatakan sesuatu seperti, "Saya mengerti bahwa ini bisa membuat kamu merasa frustasi," atau "Saya menghargai pendapat kamu dan saya ingin mencari solusi bersama." Dengan menunjukkan empati dan penghargaan terhadap perasaan rekan kerja, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dan mengurangi potensi konflik.

2. Pilih kata-kata dengan bijaksana

ilustrasi suasana berdiskusi (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Selain menggunakan praktik komunikasi yang empatik, penting juga untuk memilih kata-kata dengan bijaksana ketika berinteraksi dengan rekan kerja yang mudah tersinggung. Hindari menggunakan kata-kata atau frasa yang bisa dianggap menyerang atau merendahkan. Sebaliknya, gunakan bahasa yang netral dan tidak menyinggung saat menyampaikan pesan atau memberikan umpan balik.

Misalnya, alih-alih mengatakan, "Kamu selalu melakukan kesalahan," kita bisa mengatakan, "Saya melihat ada kesempatan untuk meningkatkan hasil kerja dalam hal ini." Selain itu, hindari menggunakan kata-kata yang bersifat umum atau generalisasi yang mungkin membuat rekan kerja merasa diserang secara pribadi. Dengan memilih kata-kata dengan bijaksana, kita dapat menghindari memicu reaksi yang mudah tersinggung dari rekan kerja kita.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Orang yang Mudah Tersinggung, Mudah Marah?

3. Fokus pada solusi, bukan masalah

ilustrasi suasana di kantor (pexels.com/fauxels)

Ketika berhadapan dengan rekan kerja yang mudah tersinggung, penting untuk tetap fokus pada mencari solusi daripada memperdebatkan masalah. Dengan menjaga fokus pada solusi, kita dapat menghindari jatuh ke dalam spiral konflik yang tidak produktif. Sebagai contoh, alih-alih terus membahas kesalahan yang telah dilakukan, kita bisa mengajukan pertanyaan tentang bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan.

Selain itu, fokus pada solusi juga membantu kita memperkuat hubungan kerja yang positif dengan rekan kerja yang mudah tersinggung, karena menunjukkan bahwa kita peduli dengan penyelesaian masalah daripada menyalahkan atau mengkritik. Dengan mempertahankan fokus pada solusi, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan kolaboratif.

Verified Writer

Januar Lestari

Terbang bebas mengangkasa, menjadikan tulisan sebagai sarana healing terbaik. Ig @jei.el26

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya