TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Aturan dalam Melakukan Self-Evaluation yang Wajib Kamu Tahu

Sudah menaatinya atau belum?

ilustrasi seseorang melakukan self-evaluation (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Self-evaluation, atau penilaian diri, adalah proses penting yang membantu kamu memahami dan mengukur kemajuan diri dalam berbagai aspek kehidupan. Baik itu dalam pekerjaan, hubungan, atau pengembangan diri, self-evaluation adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Namun, tentunya gak semua self-evaluation diciptakan sama. Ada aturan tertentu yang perlu kamu pahami dan ikuti agar penilaian dirimu benar-benar efektif dan bermanfaat. Ini dia nih, enam aturan dalam melakukan self-evaluation yang wajib kamu ketahui.

1. Jadilah jujur pada diri sendiri

ilustrasi seseorang negatif self talk (pexels.com/SHVETS production)

Aturan pertama dalam melakukan self-evaluation yang efektif adalah jujur pada dirimu sendiri. Tanpa kejujuran, penilaian diri ini akan sia-sia. Jika kamu gak bisa menghadapi kelemahan atau kesalahan, maka self-evaluation gak akan memberikan manfaat apa pun. Jujurlah pada diri sendiri tentang prestasi dan kegagalan juga kelebihan dan kekuranganmu.

Kejujuran pada diri sendiri adalah langkah pertama menuju perbaikan diri. Ini memungkinkan kamu untuk mencari tahu area di mana kamu perlu berkembang, dan juga mengakui pencapaianmu. Tanpa kejujuran, kamu akan cenderung melihat diri melalui lensa yang sangat subjektif dan bias.

2. Tetap terbuka terhadap feedback eksternal

ilustrasi seseorang melakukan self healing (pexels.com/Dennis Leinarts)

Saat melakukan self-evaluation, kamu sering kali terjebak dalam sudut pandang subjektif. Inilah sebabnya kenapa penting untuk tetap terbuka terhadap umpan balik dari luar. Umpan balik dari orang lain, baik itu dari atasan, teman, atau keluarga, bisa memberikan sudut pandang yang berbeda yang sulit diperoleh melalui introspeksi sendiri.

Selain itu, sumber daya manusia yang baik selalu memanfaatkan umpan balik eksternal dalam pengembangan kariernya. Jika seseorang selalu menolak umpan balik atau mengabaikannya, ia mungkin akan kesulitan dalam memahami di mana dia perlu meningkatkan kinerjanya. Kamu jangan begini, ya.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Baik yang Bantu Kamu untuk Evaluasi Diri

3. Tentukan tujuan yang spesifik dan terukur

ilustrasi seseorang melakukan self mapping (pexels.com/Ivan Samkov)

Penting untuk memiliki tujuan yang jelas ketika melakukan self-evaluation, lho. Tanpa tujuan yang spesifik dan terukur, kamu akan kesulitan menilai apakah kamu telah mencapai apa yang diinginkan atau belum. Misalnya, jika tujuanmu adalah 'menjadi lebih baik dalam pekerjaan,' itu sangat abstrak dan sulit diukur.

Sebaliknya, katakanlah tujuanmu adalah 'meningkatkan produktivitas kerja sebesar 20% dalam tiga bulan ke depan.' Nah, tujuan semacam ini lebih spesifik dan terukur, sehingga kamu bisa dengan mudah mengevaluasi apakah kamu sudah mencapainya atau belum. Hal ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk self-evaluation yang efektif.

4. Lakukan self-evaluation secara berkala

ilustrasi seseorang melakukan self healing (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Self-evaluation bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan sekali dalam setahun atau hanya ketika ada masalah aja. Ini seharusnya menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkala. Ada berbagai jangka waktu yang bisa kamu pilih, seperti mingguan, bulanan, atau tahunan, tergantung pada tujuan dan preferensi pribadi.

Melakukan self-evaluation secara berkala memungkinkan kamu untuk mengukur kemajuanmu dari waktu ke waktu. Selain itu, ini juga memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi, baik positif maupun negatif, sehingga kamu bisa mengambil tindakan yang sesuai.

5. Fokus pada proses, bukan hasil akhir

ilustrasi seorang pekerja remote (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ketika melakukan self-evaluation, akan selalu ada kecenderungan untuk terlalu fokus pada hasil akhir atau tujuan akhir. Namun, penting untuk gak mengabaikan proses. Proses adalah langkah-langkah konkret yang kamu ambil untuk mencapai tujuanmu tersebut.

Dalam banyak kasus, hasil akhir gak sepenuhnya berada dalam kendalimu, tetapi proses adalah sesuatu yang bisa kamu kendalikan. Fokus pada proses akan membantu kamu mengevaluasi apakah kamu sudah mengambil tindakan yang tepat dan apakah ada perubahan yang perlu dilakukan dalam cara kamu bekerja menuju tujuanmu.

Baca Juga: 3 Penyebab Harimu Kurang Produktif, Lekas Evaluasi Diri

Verified Writer

Desy Damayanti

Black is the new pink ❣️ ig: desy_damay

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya