TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

3 Cara Efektif Atasi Tantrum pada Anak Balita, Kenali Pemicunya

Anak tantrum sering membuat orangtua kewalahan

ilustrasi anak tantrum (.pexels.com/Keira Burton )

Tantrum adalah ledakan emosi yang sering dialami oleh anak balita. Meskipun umum terjadi, tantrum bisa menjadi tantangan yang berat dan membuat orangtua kewalahan. Ledakan emosi ini sering kali terjadi di saat-saat yang tidak terduga dan dapat menyebabkan stres.

Menghadapi tantrum dengan cara yang efektif memerlukan pemahaman, kesabaran, dan strategi yang tepat. Tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan anak, namun penting bagi orangtua untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengatasinya.

Dengan pendekatan yang tepat, orangtua dapat membantu anak mengelola emosinya dengan lebih baik. Berikut merupakan tiga cara yang cukup efektif untuk mengatasinya!

1. Usahakan untuk tidak bereaksi berlebihan, tenang dan sabar

ilustrasi menggendong anak (pexels.com/ketut-subiyanto)

Saat menghadapi tantrum, penting bagi orangtua untuk tetap tenang dan sabar. Reaksi yang tenang membantu menenangkan situasi dan memberikan contoh yang baik bagi anak. Jangan malah ikut-ikutan marah, melainkan ambil napas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan diri sebelum merespons.

Jika situasi memungkinkan, beri anak ruang untuk melampiaskan emosinya tanpa gangguan. Kadang-kadang, mereka hanya perlu waktu untuk mengeluarkan amarah dan beban dihatinya sampai lega.

Gunakan nada suara yang lembut dan tenang saat berbicara dengan anak. Nada suara yang keras atau marah hanya akan memperburuk tantrum. Dengan tetap tenang, orangtua bisa menunjukkan kepada anak bagaimana mengelola emosi dengan cara yang sehat.

Baca Juga: 5 Cara Memenuhi Baterai Kasih Sayang Anak agar Gak Mudah Tantrum

2. Kenali pemicu tantrum pada anak, bantu ia mengelola emosinya

ilustrasi anak sedang makan (pexels.com/Vanessa Loring)

Selanjutnya, orangtua bisa mencari tahu apa yang memicu tantrum pada anak. Faktanya, anak balita sering mengalami tantrum ketika mereka lelah. Jadi, pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup. Selain itu, pastikan juga anak makan secara teratur, karena ini bisa memicu tantrum.

Anak-anak sering kali frustrasi ketika mereka tidak bisa mengungkapkan apa yang diinginkan. Bantulah anak untuk memberi kata-kata dalam mengenali perasaan mereka. Mengajarkan anak cara mengelola emosi mereka sendiri adalah keterampilan penting yang sangat membantunya nanti.

Bantu anak mengenali emosi mereka, seperti marah, sedih, atau kesal. Ajarkan anak teknik pernapasan sederhana untuk menenangkan diri, seperti menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Anak-anak belajar dengan meniru orang dewasa di sekitar mereka.

Verified Writer

It's Me, Sire

A dusk chaser who loves to shout in the silence

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya