TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Tulisan Dikritik, Bukan Marah-marah

Kritik bukan musuh, melainkan guru

ilustrasi tulisan dikritik (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sebagai seorang penulis, menerima kritik atas tulisan yang kalian hasilkan adalah bagian dari proses belajar dan berkembang. Terkadang, kritik bisa datang dalam berbagai bentuk, baik itu dari rekan penulis, editor, atau pembaca.

Bagaimana kalian merespons terhadap kritik ini bisa membuat perbedaan besar dalam kemajuan kalian sebagai penulis. Di bawah ini, kita akan membahas lima langkah yang dapat kalian lakukan ketika tulisan kalian dikritik, tanpa harus merasa marah atau putus asa.

1. Dengarkan dengan terbuka dan tanpa perlawanan

ilustrasi tulisan dikritik (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Langkah pertama yang penting adalah mendengarkan kritik dengan terbuka dan tanpa perlawanan. Sering kali, reaksi pertama ketika mendengar kritik adalah merasa tersinggung atau membela tulisan kalian. Namun, hal ini dapat menghambat kemampuan kalian untuk benar-benar memahami pesan yang disampaikan oleh orang lain.

Cobalah untuk mengendalikan emosi dan buka pikiran kalian untuk menerima masukan dengan baik. Dengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh orang yang memberikan kritik, tanpa mencoba menyalahkan atau membela diri. Terimalah bahwa kritik bisa menjadi peluang untuk melihat tulisan kalian dari sudut pandang yang berbeda dan untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.

2. Pisahkan emosi dari fakta

ilustrasi tulisan dikritik (pexels.com/Vitaly Gariev)

Saat menerima kritik, sering kali mudah untuk merasa terluka atau marah. Namun, penting untuk bisa memisahkan emosi dari fakta yang disampaikan dalam kritik tersebut. Ingatlah bahwa kritik yang diberikan bukanlah penilaian terhadap kalian secara pribadi, tetapi lebih kepada kualitas tulisan kalian.

Usahakan untuk melihat kritik secara objektif. Pelajari poin-poin konkret yang disampaikan dan evaluasilah apakah ada kebenaran atau validitas dalam kritik tersebut. Jangan biarkan emosi negatif menghalangi kemampuan kalian untuk memanfaatkan kritik sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan menulis kalian.

Baca Juga: 5 Kiat Mencari Inspirasi Tulisan Bersumber dari Lingkungan Sekitar

3. Ajukan pertanyaan dan cari klarifikasi

ilustrasi tulisan dikritik (pexels.com/Ivan Samkov)

Jika ada bagian dari kritik yang kurang jelas atau kalian perlu informasi tambahan, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan dan mencari klarifikasi lebih lanjut. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan bahwa kalian sepenuhnya memahami pendapat orang lain tentang tulisan kalian.

Tanyakan kepada pemberi kritik tentang aspek tertentu dari tulisan yang membuat mereka memberikan masukan tersebut. Mintalah saran konstruktif tentang bagaimana kalian bisa meningkatkan tulisan kalian berdasarkan kritik yang diberikan. Memperjelas dan mendapatkan wawasan lebih lanjut akan membantu kalian untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang langkah-langkah perbaikan yang perlu diambil.

4. Evaluasi kritik secara objektif

ilustrasi tulisan dikritik (pexels.com/MART PRODUCTION)

Setelah mendengarkan, memisahkan emosi, dan meminta klarifikasi, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi kritik secara objektif. Pertimbangkan apakah kritik tersebut dapat membantu kalian untuk meningkatkan kualitas tulisan kalian atau tidak. Buka diri untuk menerima masukan yang konstruktif dan relevan.

Perhatikan apakah ada pola atau tema tertentu dalam kritik yang kalian terima dari berbagai sumber. Ini bisa memberikan petunjuk berharga tentang area-area yang perlu diperbaiki dalam gaya penulisan kalian, pemilihan kata, struktur tulisan, atau kejelasan ide-ide yang disampaikan.

Verified Writer

YOOL

i am me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya