TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Tips Mengelola Gaji yang Masih di Bawah UMR, Harus Bisa Hemat!

Harus hemat dan tidak boros

ilustrasi gaji (unsplash.com/Jp Valery)

UMR atau upah minimum regional merupakan nominal gaji yang paling rendah ditetapkan oleh pemerintah pada masing-masing daerah. Dalam artian singkat, perusahaan harus mengikuti aturan memberikan gaji kepada karyawannya dengan nominal minimum yang sudah ditetapkan tersebut. Namun, sayangnya tidak jarang juga masih ada beberapa perusahaan yang memberikan upah di bawah UMR untuk para karyawannya. 

Jika kamu merupakan salah satu karyawan yang mendapatkan upah minimum, tentu merasakan berbagai kesulitan untuk mengelola keuangan. Adanya kebutuhan mendesak dan belum ada tawaran upah yang lebih besar memaksa kamu untuk bertahan dengan gaji yang ala kadarnya. Kesulitan mengelola keuangan di bawah UMR sebenarnya bisa kamu atasi dengan beberapa tips di bawah ini! 

1. Membuat rencana keuangan

ilustrasi mengelola keuangan (unsplash.com/Jakub Zerdzicki)

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengelola gaji yang masih di bawah UMR yaitu dengan membuat rencana keuangan. Rencana keuangan merupakan tips mendasar dalam mengelola keuangan agar bisa lebih teratur dan tetap tercukupi sampai waktu gajian tiba lagi. Tanpa adanya rencana keuangan, kamu mungkin akan menggunakan gaji dengan seenaknya tanpa perhitungan. 

Buatlah rencana keuangan dengan cara membuat catatan di buku pribadi atau di notes handphone. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi yang bertujuan untuk melakukan tracking terhadap pengeluaran dan pemasukan keuangan kamu. Adanya rencana keuangan beserta tracking ini akan lebih bisa mengontrol pengeluaranmu agar bisa lebih bijak lagi.

2. Mengutamakan kebutuhan pokok terlebih dahulu

ilustrasi memenuhi kebutuhan pokok (unsplash.com/Liuba Bilyk)

Pada rencana keuangan yang kamu buat, masukkan beberapa kebutuhan pokok sebagai kepentingan utama. Kebutuhan pokok yang dimaksud yaitu mengenai urusan makanan sehari-hari dan juga biaya kos jika kamu adalah anak rantau. Selain itu, kamu juga bisa memasukkan biaya cicilan pada prioritas karena hal ini merupakan kewajiban yang harus kamu bayar terlebih dahulu. 

Pada saat hari gajian tiba, kamu bisa langsung mengutamakan kebutuhan pokok yang sudah kamu list. Utamakan untuk membayar cicilan dan juga harga sewa kos agar kamu bisa lebih merasa tenang. Jangan gunakan uang yang sudah kamu sisihkan untuk biaya makan sehari-hari karena hal tersebut merupakan kebutuhan pokok untuk kehidupanmu.

3. Mencoba menyisihkan sedikit untuk tabungan darurat

ilustrasi tabungan darurat (unsplash.com/micheile henderson)

Meskipun rasanya berat untuk menabung, kamu bisa menyisihkan sedikit gaji yang kamu terima. Kamu bisa menyisihkan sepuluh sampai tiga puluh persen untuk kamu taruh sebagai tabungan darurat. Usahakan untuk tidak menggunakan tabungan ini jika memang tidak diperlukan. 

Tabungan darurat bisa kamu gunakan untuk kebutuhan yang mendesak, seperti kesehatan atau biaya yang tidak terduga. Nominal tabungan darurat ini tidak harus banyak, yang penting bisa menjadi sedikit tambahan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Jadi, usahakan untuk tetap menabung meskipun dengan gaji yang masih di bawah UMR.

Baca Juga: Tanda-Tanda Keuangan Gak Baik-baik Aja, Waspadai 5 Hal Ini

4. Memanfaatkan diskon ketika belanja

ilustrasi belanja di swalayan (unsplash.com/Barthelemy de Mazenod)

Manfaatkan dengan maksimal diskon yang ada di beberapa swalayan agar bisa lebih menghemat pengeluaranmu. Adanya diskon dapat membantu kamu untuk tetap berhemat, meskipun belanjaanmu cukup banyak. Kamu juga bisa mencari swalayan yang lebih murah atau berbelanja di agen toko untuk mendapatkan harga yang lebih miring daripada supermarket. 

Saat berburu diskon, kamu tidak boleh terlalu kalap dan berlebihan. Jika ada barang yang sekiranya kurang penting, tidak perlu dibeli meskipun sedang diskon. Tetap utamakan kebutuhan pokok dan hindari belanja yang tidak ada gunanya.

5. Menggunakan transportasi yang lebih hemat

ilustrasi transportasi publik (unsplash.com/Nick Fewings)

Transportasi juga merupakan pengeluaran yang patut kamu pertimbangkan. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, sebisa mungkin untuk memilih bahan bakar atau perawatan yang terjangkau. Walaupun terjangkau, kamu tetap harus bisa memastikan bahwa bahan bakar atau perawatan kendaraan yang kamu gunakan tetap aman pada kendaraan. 

Apabila kamu menggunakan transportasi umum, kamu perlu mempertimbangkan untuk menggunakan yang lebih murah. Hindari menggunakan transportasi yang cukup mahal, seperti taksi atau ojek online jika tidak terlalu mendesak. Gunakanlah transportasi yang lebih murah, seperti angkot, Transjakarta, atau commuter line untuk memotong pengeluaranmu.

6. Mencari penghasilan tambahan jika diperlukan

ilustrasi pekerja freelance (unsplash.com/Alireza Attari)

Jika kamu merasa bahwa kamu membutuhkan biaya yang lebih besar, maka carilah penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan ini bisa kamu lakukan dengan melakukan pekerjaan ringan yang bisa dilakukan secara fleksibel atau dalam artian freelance. Saat ini sudah banyak portal online yang menyediakan pekerjaan freelance dengan hasil yang lumayan. 

Carilah pekerjaan freelance yang memang bisa kamu kerjakan dengan baik dan sudah kamu kuasai. Jika kamu sudah ahli dalam bidang menulis, kamu bisa menjadi penulis artikel lepas pada beberapa portal berita atau menjadi ghost writer.

Sedangkan jika kamu pandai dalam membuat desain, kamu bisa memanfaatkannya dengan membuka jasa desain logo atau grafik yang keren melalui media sosial.

Verified Writer

Annisah Nurrahmatillah

Just wanna be a journalist

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya