TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

8 Mitos Horor di Indonesia Paling Legendaris, Bikin Ngeri

Masih diyakini sampai sekarang, lho

ilustrasi mistis (pexels.com/Heorhii Heorhiichuk)

Tak bisa dipungkiri, Indonesia masih lekat dengan mitos. Terlebih, jumlah mitos yang diyakini sampai sekarang pun masih banyak. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki mitos-mitosnya sendiri.

Mitos sering kali berhubungan dengan hal-hal mistis dan horor. Mau tahu mitos horor di Indonesia yang paling legendaris? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini, ya.

1. Nenek gayung

ilustrasi hantu nenek (pexels.com/Shashank Kumawat)

Pernah mendengar tentang kisah nenek gayung? Ini salah satu hantu urban legend yang menyeramkan, lho. Nenek gayung tergolong mitos horor di Indonesia yang paling membekas di ingatan.

Konon, nenek gayung sering berkeliaran di malam hari, terutama di jalanan sepi dan gelap. Penampilannya sangat khas, yakni memakai kebaya hitam dengan rambut putih panjang. Nenek itu membawa gayung serta tikar. 

Nenek gayung dipercaya adalah perempuan yang menganut ilmu hitam semasa hidup. Ia mencari korban tumbal yang bisa dimandikannya. Nah, gayung dan tikar adalah dua perlengkapan yang dipakai untuk memandikan sang korban.

2. Larangan di Malam Satu Suro

ilustrasi malam hari (unsplash.com/Adrian Dascal)

Malam Satu Suro adalah mitos horor di Indonesia paling legendaris, khususnya bagi masyarakat Jawa. Malam tersebut penuh dengan mitos yang masih diyakini sampai sekarang meski belum tentu kebenarannya. Salah satu mitos yang populer adalah larangan menikah di malam Satu Suro.

Sebenarnya, banyak pantangan di malam Satu Suro. Mulai dari larangan menikah, larangan menggelar hajatan, larangan pindah atau membangun rumah, sampai anjuran tidak bepergian jauh.

Malam Satu Suro dianggap sakral karena mendatangkan kesialan dan nasib buruk. Di malam itu, banyak makhluk halus dipercaya akan muncul. 

Baca Juga: Mitos Tanda Putih di Kuku, Ada yang Naksir atau Malah Benci?

3. Memakai pakaian hijau di pantai selatan

ilustrasi pantai (pexels.com/ROMANODINTSOV)

Bermain ke pantai pasti seru, kan? Apalagi, pergi dengan teman-teman atau keluarga. Namun, kamu harus hati-hati jika bermain di pantai bagian selatan. Hindari memakai pakaian warna hijau.

Larangan memakai pakaian hijau di pantai selatan cukup umum diketahui selama ini. Berdasarkan mitos horor di Indonesia, warna hijau merupakan warna kesukaan Nyi Roro Kidul, penguasa dan penunggu pantai selatan.

Konon, orang yang memakai pakaian warna hijau di pantai selatan akan dibawa oleh Nyi Rodo Kidul dan tidak akan bisa kembali lagi.

4. Kuyang

ilustrasi hantu (pexels.com/Erik Mclean)

Selain nenek gayung, kuyang adalah mitos horor di Indonesia yang berkembang di Kalimantan. Wujudnya bikin ngeri. Nyalimu pasti menciut bila melihat kuyang secara langsung. 

Bayangkan, kamu melihat kuyang yang berwujud perempuan. Namun, semua organ tubuhnya terlihat.

Menurut kepercayaan, kuyang mengincar nyawa ibu hamil dan bayi yang akan lahir. Kuyang akan mengisap darah keduanya. Semasa hidup, kuyang dipercaya sebagai perempuan yang mempelajari ilmu hitam. 

5. Menyebut "lada" di Goa Belanda dan Jepang di Bandung

ilustrasi goa (pixabay.com/ljcor)

Kalau berkunjung ke Goa Belanda dan Jepang di Bandung, jangan mengucapkan kata "lada" sama sekali, ya. Berdasarkan kabar yang beredar, orang yang mengucapkan akan mendapatkan celaka.

Bila melanggar, kamu bakal diganggu makhluk tak kasat mata bernama Lada di goa tersebut. Lada adalah penunggu Goa Belanda dan Jepang.

Berdasarkan kisah yang beredar, Goa Belanda dan Jepang menyimpan masa lalu yang kelam. Tempat itu gak cuma dijadikan gudang senjata. Di sana, tahanan juga disiksa oleh tentara Jepang.

6. Begu ganjang

ilustrasi hantu (pixabay.com/kellepics)

Selain di Jawa, Pulau Sumatra juga punya mitos horor yang khas. Contohnya, mitos begu ganjang yang diyakini sebagai makhluk gaib dengan tubuh tinggi dan lidah panjang. Menurut kepercayaan setempat, begu ganjang sering kali terlihat di hutan.

Mulanya, begu ganjang gak tampak seperti hantu. Namun, setelah dilihat, lama-kelamaan begu ganjang makin tinggi hingga menjulang. Ini membuat siapa pun yang melihatnya pasti ketakutan. 

7. Menyanyikan lagu Lingsir Wengi

ilustrasi hantu (pixabay.com/Adina Voicu)

Sebenarnya, Lingsir Wengi adalah lagu dengan lirik yang indah. Banyak yang percaya lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk mengusir bala. Namun, makin ke sini, lagu Lingsir Wengi justru menimbulkan kengerian tersendiri.

Lagu ini justru dianggap mendatangkan sosok hantu kuntilanak. Sehingga, banyak orang enggan menyanyikan atau memutar lagunya, terutama di malam hari. Terlebih, alunan musik Lingsir Wengi memiliki nuansa mistis yang kuat.

Baca Juga: 5 Misteri Gunung Arjuno, Makin Terasa Mistis dan Keramat

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya