5 Film Horor Indonesia Angkat Isu Pembulian di Sekolah, Jangan Ditiru!

Terbaru, ada film Teman Tidur

Salah satu tempat atau lokasi yang paling sering terjadi perlakuan bullying atau mencela orang lain adalah sekolah. Makanya tidak aneh, beberapa film atau series Indonesia mengangkat isu tentang bully yang terjadi di sekolah. Tidak terkecuali film bergenre horor, menjadikan sekolah sebagai latar untuk mengangkat isu bullying.

Bullying sendiri menjadi salah satu perilaku yang sangat tidak terpuji. Lebih tepatnya perilaku ini tidak ada manfaatnya sama sekali, yang ada merugikan orang lain dan tentunya bisa mengganggu fisik dan mental seseorang.

Berikut ini, merupakan 5 film horor Indonesia berlatar sekolah yang mengangkat isu bully. Silakan baca, tonton filmnya, namun jangan pernah mencontoh perilaku buruknya. 

Baca Juga: 10 Review M3GAN, Film Boneka Horor yang Angkat Isu Parenting

1. Film Sajen (2018)

5 Film Horor Indonesia Angkat Isu Pembulian di Sekolah, Jangan Ditiru!Sajen (dok. Starvision Plus / Sajen)

Dibintangi Amanda Manopo dan Angga Yunanda, film Sajen menceritakan tentang aksi bullying yang kerap terjadi di sebuah sekolah bernama SMA Pelita Bangsa. Sebuah sekolah yang terbilang sangat elit, namun masih menjunjung tinggi kebiasaan senioritas atau anak-anak yang terbilang baru, harus menurut kepada kakak kelasnya.

Salah satu kejadian pembulian ini terjadi kepada Alanda (Amanda Manopo). Berniat untuk memutus rantai pembulian di sekolah, Alanda malah menjadi sasaran bully. Dimana gadis yang juga menjadi sahabat Riza (Angga Yunanda) ini, mendapatkan pelecehan seksual, hingga nama baiknya menjadi tercemar.

Akibat dari perilaku bully yang dilakukan oleh siswa SMA Pelita Bangsa kepada Alanda, gadis ini akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dan memilih untuk melakukan aksi balas dendam, setelah dirinya meninggal dunia.

2. Film Aib Cyberbully (2018)

5 Film Horor Indonesia Angkat Isu Pembulian di Sekolah, Jangan Ditiru!Aib: Cyberbully (dok. Surya Films / Aib: Cyberbully)

Berlatar sekolah dan dibintangi oleh anak-anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah, film Aib Cyberbully (2018) mempunyai alur cerita yang berbeda. Dimana kasus pembulian yang terjadi bukanlah di sekolah, tetapi di media sosial. Saat ini, kasus pembulian di media sosial memang sangat marak dan ramai terjadi.

Bermula dari sebuah permainan konyol, 8 orang sahabat secara tidak sadar saling membuka aib masing-masing. Hal ini, membuat mereka secara tidak sadar saling membuli, yang menyebabkan kepada teror dan kematian. Meskipun awalnya terlihat seru, namun permainan ini malah merenggut nyawa mereka satu persatu.

Aib Cyberbully, dibintangi oleh Yuniza Icha sebagai Sarah, Harris Illano sebagai Antoni, Michael Lie sebagai Cupi, Damita Argoebie sebagai Angel dan Baron sebagai Bondan.

Baca Juga: 5 Film dan Series Indonesia Angkat Isu Body Shaming

3. Film Sunyi (2019)

5 Film Horor Indonesia Angkat Isu Pembulian di Sekolah, Jangan Ditiru!Sunyi (dok. Pichouse Films / Sunyi)

Setelah sukses dengan film horornya, Angga Yunanda kembali membintangi film horor berjudul Sunyi (2019). Kali ini, Angga dipasangkan dengan Amanda Rawles, Arya Vasco, Naomi Paulinda, hingga Teuku Ryzki. Angga Yunanda sendiri berperan sebagai Alex, seorang anak remaja yang mampu melihat makhluk tidak kasat mata.

Sunyi menceritakan tentang kisah bullying yang selalu terjadi di sebuah sekolah secara turun temurun. Banyak kasus pembulian yang sering dilakukan para siswa lama di sana, kepada para adik kelasnya. Seperti kekerasan fisik, mental, hingga melarang para siswa junior untuk masuk ke dalam kantin.

Ternyata pembuli yang telah dilakukan secara turun temurun ini, telah menimbulkan banyak korban. Salah satu korban yang meninggal dan gentayangan di sekolah adalah Maggie, yang diperankan oleh Amanda Rawles. 

4. Film Kalian Pantas Mati (2022)

5 Film Horor Indonesia Angkat Isu Pembulian di Sekolah, Jangan Ditiru!Kalian Pantas Mati (dok. Ideosource Entertainment / Kalian Pantas Mati)

Diadaptasi dari film Korea Selatan berjudul Mourning Grave (2014), Kalian Pantas Mati merupakan film horor Indonesia garapan Ginanti Rona, yang tayang pada tahun 2022. Dimana alurnya menceritakan tentang seorang pria bernama Rakka, yang sering sekali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sekolahnya.

Aksi bully yang dilakukan oleh teman-teman Rakka (Emir Mahira) sering sekali membuat dirinya merasa tertekan. Bahkan, Rakka sempat memutuskan untuk pindah sekolah, demi menghindar dari teman-temannya yang terbilang cukup jahat. Meskipun pada kenyataannya, sekolah baru ini tidak menjamin keamanan.

Rakka adalah seorang anak remaja yang mampu melihat makhluk yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Dari kelebihan yang dimiliki oleh Rakka ini, membuat dirinya sering disebut aneh dan tidak jarang juga dijauhi oleh orang-orang.

5. Film Teman Tidur (2023)

5 Film Horor Indonesia Angkat Isu Pembulian di Sekolah, Jangan Ditiru!Teman Tidur (dok. Robagu Pictures / Teman Tidur)

Tayang pada tanggal 30 Maret yang bertepatan dengan hari film nasional, Teman Tidur dibintangi oleh Givina Lukita dan Baskara Mahendra. Alurnya menceritakan tentang seorang remaja perempuan yang memutuskan untuk berpindah sekolah dan memutuskan untuk tinggal di asrama, demi mempersiapkan olimpiade biologi yang akan dia hadapi.

Alih-alih fokus dalam mempersiapkan diri, Amanda (Givina Lukita) malah sering mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari teman-teman barunya. Konon katanya, hal ini menjadi sesuatu yang sangat biasa terjadi di asrama sekolah tersebut. Sebagai salah satu bukti, ada siswa yang melakukan aksi bunuh diri, setelah menjadi korban bully.

Film-film di atas merupakan tontonan yang melakukan kampanye berupa akibat buruk yang dilakukan oleh siapa pun, yang berniat untuk melakukan pembulian. Tentunya selain menyajikan tontonan horor yang menyeramkan, juga menyajikan pesan yang mendalam. Stop bully dan marilah untuk saling mencintai.

Baca Juga: 5 Film tentang Anak Kembar, Ada yang Angkat Isu Bullying!

Sandi Nugraha Photo Verified Writer Sandi Nugraha

Bismillahirrahmanirrahim

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Diana Hasna

Berita Terkini Lainnya