TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Berapa Lama Efek Gas Air Mata Berlangsung pada Tubuh?

Paparannya bisa memicu iritasi hingga sulit bernapas

ilustrasi penggunaan gas air mata (pexels.com/Joel Santos)

Gas air mata kerap digunakan sebagai pengenali kerumunan, termasuk ketika menghadapi demonstran. Pada dasarnya, alat tersebut merupakan senyawa kimia yang ketika dilepaskan dapat membuat orang di sekitarnya tidak bisa beraktivitas karena zatnya mengiritasi organ tubuh. 

Dampaknya pun tidak main-main, gas air mata bisa membuat mata pedih hingga sesak yang tentu saja menyakitkan. Membuat tidak nyaman, berapa lama efek gas air mata berlangsung pada tubuh?

Berapa lama efek gas air mata?

ilustrasi gas air mata (unsplash.com/Colin Lloyd)

Ketika dilepaskan, gas air mata bisa memicu paparan agen dalam waktu singkat, sekitar 15-30 menit. Sementara itu, tingkat keracunannya bergantung pada seberapa banyak gas dilepaskan, lokasi paparan, dan lamanya waktu paparannya. 

Zat kimia dalam gas air mata menyerang salah satu dari dua reseptor rasa sakit yang disebut TRPA1 dan TRPV1. TRPA1 adalah reseptor nyeri yang bereaksi seperti saat makan wasabi. Nah, gas CS dan CR dalam gas air mata memberikan sensasi 10 ribu kali lebih kuat daripada ketika kamu makan wasabi. 

Meski sejatinya efek yang dihasilkan dari pelepasan gas air mata cukup singkat, dampaknya pada kesehatan bisa berlangsung lama. Makin parah lagi jika terpapar di area tertutup. Efek sampinganya bahkan dapat muncul meski sudah tidak terpapar.

Baca Juga: Siapa Saja yang Lebih Rentan Terhadap Gas Air Mata?

Efek gas air mata pada tubuh

Perlu diketahui lebih dahulu, gas air mata terbagi menjadi empat jenis utama yakni Chlorobenzylidine malononitrile (CS), Chloroacetophenone (CN), Dibenzoxazepine (CR), dan Oleoresin capsicum (OC). Nah, yang paling sering digunakan adalah CS. 

Gas air mata sendiri merupakan senyawa kimia berbentuk padat. Senyawa tersebut kemudian digiling menjadi debu halus lalu dikombinasikan dengan aerosol dalam bentuk granat. Jika diledakkan, dapat menciptakan awan kimia dan memengaruhi lingkungan sekitarnya. 

Senyawa dalam gas air mata dapat menimbulkan sejumlah efek pada tubuh karena bisa mengiritasi organ. Kamu mungkin merasakan sejumlah hal berikut setelah terpapar gas air mata:

  • Mata berair, sensasi terbakar, dan kemerahan
  • Penglihatan kabur
  • Rasa terbakar dan iritasi di mulut dan hidung
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk dan mengi
  • Iritasi kulit. 

Tidak hanya gasnya, tabung yang digunakan untuk melepaskan gas air mata pun dapat menyebabkan cedera. Tabung bisa memicu panas yang berpotensi menyebabkan luka bakar dan kerusakan pada area kepala. Jika hal ini terjadi, jawaban dari berapa lama efek gas air mata jelas berlangsung lebih panjang dari seharusnya.

Lebih jauh, paparan gas air mata cenderung menimbulkan efek jangka pendek. Meski demikian, jika paparannya terjadi dalam ruangan, hal itu mungkin menyebabkan dampak kesehatan serius seperti glaukoma, kebutaan, luka bakar kimia, dan kegagalan pernapasan. 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya