[PUISI] Air Mata yang Tak Berdosa 

Tangisan di bawah reruntuhan

Dirinya sedang terlelap
Ketika semua menjadi gelap
Dirinya sedang bermain
Ketika hidupnya diambang kematian

Ribuan bom dan rudal yang dilepaskan
Menghunjam tanah dan bangunan
Beriringan dengan ledakan tiada henti
Di setiap siang dan malam hari

Rintihan bayi-bayi tak berdosa
Tertimbun tembok rumahnya sendiri
Air mata para ibu yang mencari buah hatinya
Ratapan para ayah yang menggendong jasad buah hatinya

Darah, air mata, dan keringat
Menyatu menjadi kenangan yang pahit
Kesedihan dan penderitaan yang tiada habisnya
Suram kelam nasib mereka yang tak berdosa

Baca Juga: [PUISI] Kepalaku Adalah Puisi

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Fitran Briliano Photo Verified Writer Fitran Briliano

Just a human

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Kidung Swara Mardika

Berita Terkini Lainnya