TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

PNM Ungkap Sejumlah Tantangan Digitalisasi Nasabah

PNM jalin kolaborasi dengan Telkomsel

Media briefing kolaborasi PNM dan Telkomsel (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Jakarta, IDN Times - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengakui mendapatkan banyak tantangan ketika harus melakukan transformasi bisnis berupa digitalisasi kepada para nasabahnya. Tantangan tersebut berkaitan erat dengan para nasabah PNM yang datang dari kalangan underprivileged alias kurang mampu.

Corporate Secretary PNM, Lalu Dodot Patria Ary mengatakan, kurangnya literasi digital para nasabah jadi salah satu tantangan yang kini dihadapi PNM dalam upaya mentransformasikan bisnisnya.

"Tantangannya secara umum kita harus kasih tahu, bahasa umumnya literasi. Apa sih manfaat menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari karena faktanya memang banyak nasabah kami yang belum memiliki gadget," ucap Dodot dalam media briefing di Menara PNM, Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga: Kisah Salbia, Nasabah PNM yang Sulap Sampah Jadi Barang Bernilai

Baca Juga: Kisah Iin, Nasabah PNM yang Jadi 'Pahlawan' Bagi Keluarga dan Tetangga

1. Tantangan keamanan

https://www.pexels.com/@pixabay

Setelah menjelaskan soal pemanfaatan gadget atau gawai beserta kemudahannya, tantangan lain yang dihadapi PNM adalah memberikan pengetahuan soal keamanan dalam menggunakan gawai tersebut.

Menurut Dodot, keamanan dalam dunia digital jadi salah satu isu yang jadi perhatian PNM. PNM ingin isu keamanan dalam dunia digital bisa dipahami nasabah dan juga account officer (AO) atau agen lapangan PNM.

"Keamanan ini jadi isu yang harus di-address, bukan hanya pada level nasabah, tapi juga account officer kami," ujar dia.

Baca Juga: PNM Ingatkan Pentingnya Verifikasi Sebelum Ajukan Pinjaman, Ini Caranya

2. Ketersediaan sinyal di wilayah terpencil

Ilustrasi sinyal hilang. (istockphoto)

Tantangan lain yang dihadapi PNM dalam upayanya mendigitalisasi nasabahnya adalah ketersediaan sinyal di wilayah-wilayah terpencil.

"Ini menjadi handicap bagi kami, katakanlah AO mengirim data kalau sinyalnya bagus validitas data dari daerah atau unit kerja kan bisa real time," kata Dodot.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya