TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Peran Perusahaan RI yang Terseret Skandal Penipuan Batu Bara Adani

PT Jhonlin disebut dalam skandal Adani Group

Ilustrasi tambang batubara (unsplash.com/@dominik_photography)

Intinya Sih...

  • Adani Group terlibat skandal penipuan batu bara.
  • PT Jhonlin Baratama diduga sebagai pemasok batu bara berkualitas rendah.
  • Adani menjual batu bara dengan kalori rendah seharga batu bara berkualitas tinggi, memperoleh keuntungan besar.

Jakarta, IDN Times - Skandal penipuan batu bara oleh perusahaan konglomerasi India, Adani Group terkuak. Perusahaan itu diduga meraup keuntungan besar dengan melakukan penipuan batu bara. Dalam skandal itu, ada perusahaan asal Indonesia yang terseret.

Disebut dalam pemberitaan Financial Times, pemasok batu bara kepada Adani adalah perusahaan tambang batu bara dalam PT Jhonlin Group, PT Jhonlin Baratama. Perusahaan itu didirikan oleh Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Baca Juga: Skandal Adani Jual Batu Bara Kualitas Rendah, Seret Perusahaan RI

1. Perusahaan Haji Isam jadi pemasok batu bara ke Adani

Potret pegawai PT Jhonlin Barata. (dok. JhonlinMagz)

Penipuan yang dilakukan Adani Group, perusahaan milik salah satu orang terkaya di India, Gautam Adani ialah menjual batu bara berkualitas berkualitas rendah dengan harga batu bara berkualitas tinggi.

Adani diduga menjual batu bara dengan kalori 3.500, seharga batu bara dengan 6.000 kalori yang harganya tinggi. Dilansir Financial Times, Kamis (23/5/2024), batu bara itu dijual ke perusahaan pembangkit listrik India, yakni Tamil Nadu Generation and Distribution Company (Tangedco).

Batu bara berkualitas rendah itu dibeli Adani dari Indonesia, tepatnya dari grup Jhonlin. Kemudian, batu bara itu dikirim ke India untuk dijual ke Tangedco.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Jhonlin Group maupun kuasa hukum Haji Isam yang dihubungi IDN Times, belum merespons.

2. Terungkap dari laporan OCCRP

ilustrasi Jhonlin Group (www.linkedin.com/company/pt-jhonlin-group)

Berdasarkan dokumen yang diamankan oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), pada Desember 2013 ada kapal MV Kalliopi L meninggalkan Indonesia dengan muatan batu bara seharga 28 dolar Amerika Serikat (AS) per ton. Batu bara itu diangkut dari lahan tambang Jhonlin Group di Kalimantan Selatan.

Dari dokumen pernyataan ekspor PT Jhonlin, tercantum pembeli terakhirnya adalah Tangedco, dan tertulis bahwa Adani sebagai perantara. Diteliti lebih lanjut, tagihan dari Jhonlin masuk Supreme Union Investors yang berbasis di British Virgin Islands, dengan biaya 28 dolar AS per ton.

Seminggu kemudian, Supreme Union Investors menagih Adani di Singapura untuk pengiriman tersebut dengan harga 34 dolar AS per ton, dengan menyatakan bahwa batu bara tersebut mengandung 3.500 kalori per kg.

Pada tagihan Adani berikutnya ke Tangedco, kualitasnya melonjak menjadi 6.000 kalori per kg, dengan harga 92 dolar AS  per ton.

Baca Juga: Profil Gautam Adani, Orang Terkaya India Terseret Skandal Batu Bara

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya