TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Viral Klaim Jabat Komisaris Grab, Yusuf Mansur: Saya Tidak Bohong

Ini penjelasan lengkap Yusuf Mansur

Ustaz Yusuf Mansur. (IDN Times/Fitria Madia)

Jakarta, IDN Times - Ustaz Yusuf Mansur mengaku tidak berbohong soal pernyataannya dalam video yang viral di media sosial. Dalam video yang dilihat IDN Times, Yusuf Mansur mengaku pernah menjadi komisaris di Grab.

Yusuf Mansur juga mengaku kenal dengan para pengurus di perusahaan on demand service tersebut, mulai dari Ridzki Kramadibrata hingga Ongki Kurniawan.

"Saya tidak berbohong di Grab, Insyaallah masih ada Pak Ridzki dan dulu saya urusannya juga sama beliau dan sama Pak Ongki dan sama Pak Jason," katanya kepada IDN Times, Jumat (7/10/2022).

Yusuf Mansur mengaku dulu ditawari menjadi komisaris Grab, bahkan sampai disodorkan surat pengangkatan walaupun akhirnya dia menjabat sebagai advisor di Grab

"Kemudian pada praktiknya memang jadi advisor," ujarnya.

Baca Juga: Grab Bantah Yusuf Mansur Jabat Komisaris

Baca Juga: Kurangi Emisi, Ini Tiga 'Langkah Hijau' Grab Indonesia

1. Kebenarannya bisa dicek pada berkas yang dimiliki Grab

Ilustrasi dokumen. (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurutnya, kebenaran dirinya pernah menjabat di Grab dapat dicek pada berkas yang dimiliki oleh startup decacorn tersebut. Sementara Grab, melalui Head, Corporate & Policy Communications Grab Indonesia, Dewi Nuraini membantah klaim Yusuf Mansur.

"Saya gak paham Dewi Nuraini, saya gak kenal beliau dan saya gak tahu kalau dia ngeceknya hari ini ya saya juga gak paham. Tapi gak mungkin sekelas Grab itu tidak punya berkas, kalau saya boleh hilang berkasnya. Tapi kalau sekelas Grab gak mungkin hilang itu, gak mungkin banget," tutur Yusuf Mansur.

Baca Juga: Neneng Goenadi, Direktur Grab Indonesia dengan Segudang Pengalaman

2. Yusuf Mansur komentari pihak yang memotong videonya

ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)

Yusuf Mansur mengaku memang merupakan sosok yang suka berbicara ke publik, termasuk melalui media sosial. Namun, dia menyayangkan jika video lamanya disebarkan, apalagi tidak secara utuh.

"Ya ini sih sebenarnya bermula karena memang ada sekelompok orang-orang yang mutang motong, ngudat ngedit video-video lama lalu kemudian dinaikin ulang di sekarang-sekarang ini, yang tentu saja sudah beda konteks dan lain sebagainya," tambahnya.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya