TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Rupiah Keok, Tembus Rp15.500an per Dolar AS

Masih ada harapan menguat

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Intinya Sih...

  • Rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp15.520 per dolar AS
  • Dolar AS mengalami penguatan akibat ketegangan di Timur Tengah, namun optimisme investor terhadap pemangkasan suku bunga AS tetap ada

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/8/2024) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau berada di level Rp15.520 per dolar AS, melemah 25 poin atau 0,16 persen dalam mengawali perdagangan pagi ini.

Pelemahan tersebut membawa rupiah menembus level Rp15.500an per dolar AS, mengindikasikan masih adanya tekanan terhadap mata uang Garuda di tengah sentimen global yang tidak mendukung.

1. Konflik Timur Tengah menekan rupiah

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyampaikan dolar AS mengalami penguatan disebabkan oleh kekhawatiran yang terus berlanjut terkait ketegangan di Timur Tengah.

Di sisi lain memang optimisme investor terhadap pemangkasan suku bunga AS yang akan segera terjadi juga tetap ada.

Konflik antara Israel dan Hizbullah semakin memanas dengan saling serangnya rudal sebagai upaya Hizbullah membalas pembunuhan seorang komandan senior mereka bulan lalu.

Meskipun seorang jenderal tinggi AS menyatakan bahaya perang yang lebih luas telah sedikit mereda, potensi serangan Iran terhadap Israel masih menjadi ancaman.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah di Level Rp15.495 per Dolar AS

2. Rupiah masih berpeluang menguat hari ini

Pengamat pasar keuangan, Lukman Leong memprediksi nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini.

Penguatan tersebut terjadi karena dolar AS kembali tertekan setelah data manufaktur dari Federal Reserve Richmond menunjukkan hasil yang mengecewakan.

"Namun penguatan akan terbatas oleh kekhawatiran situasi di Timur Tengah," ujar Lukman.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya